iklan

POLITIK, INTERNASIONAL, HEADLINE

Presiden Horta minta pendapat PM Taur sebelum bertolak ke New York

Presiden Horta minta pendapat PM Taur sebelum bertolak ke New York

Presiden Republik, José Ramos Horta, bertemu Perdana Menteri, Taur Matan Ruak di kediaman resmi PM Taur, Farol, Dili, senin (19/09). Foto Tatoli /Egas Cristovão

DILI, 19 september 22022 (TATOLI)—  Presiden Republik (PR), José Ramos Horta,  senin ini melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri (PM), Taur Matan Ruak. Pertemuan itu, untuk mendengarkan dan meminta pendapat PM Taur sebelum bertolak ke New York, Amerika Serikat (AS), pada 21 september ini.

Pertemuan antara Presiden Horta dan PM Taur terjadi mendadak pagi ini di  kediaman PM Taur. Dimana, Kepala Negara yang  berinisiatif  mengunjungi Kepala  Pemerintah tersebut.

“Bersyukur pada PM Taur menerima saya di kediamannya. Saya yang ingin kesini sendiri untuk berbicara dengan PM Taur. Karena, dua hari lagi   saya akan pergi ke New York. Untuk itu, saya ingin mendengar sendiri pendapat dan Kepala Pemerintah, agar bisa saya tambahkan dalam pidato saya,” ungkap Presiden Horta di kediaman resmi PM Taur, Farol, Dili.

Kepala Negara  menambahkan, telah menyiapkan pidatonya dan akan diberikan pada PM Taur untuk dilihat. Karena itu adalah pidato kenegaraan. Pidato tersebut disiapkan melalui konsultasi dengan Kementerian Luar Negeri dan Kerjasama (MNEK – tetum).

“Apa yang akan saya pidatokan di pertemuan Majelis Umum PBB (Perserikatan Bangsa-bangsa) adalah isu nasional tentang apa  yang  Timor-Leste hadapi seperti pencegahan pandemi COVID-19,” katanya.

Menurutnya, TL berhasil mengontrol dengan baik COVID-19 meskipun tidak memiliki pengalaman yang cukup dan tindakan yang diambil oleh Pemerintah juga berdampak pada perekonomian sosial khususnya pada masyarakat menengah bawah.

Selain itu, Pemimpin Negara juga akan menyampaikan tentang perang di Ukraina yang berdampak pada negara-negara internasional. Adapun tentang persiapan TL dalam aksesinya ke ASEAN (Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara) dan OPD (Organisasi Perdagangan Dunia).

“PM Taur memberikan kebebasan kepada Presiden untuk berpidato. Tetapi, sebagai Pemimpin Negara, saya tidak mewakili diri saya sendiri tapi apa yang saya sampaikkan mewakili Negara ini. Pidato yang saya berikan akan menjelaskan tentang laporan TL pada masyarakat internasional,” jelas Kepala Negara.

Baginya, TL telah mencapai beberapa hal seperti menjamin keamanan dalam negara tanpa adanya konflik agama atau konflik saudara, memiliki tolerasi yang besar, serta adanya politik rekonsiliasi.

Rencananya,  Presiden Horta akan bertolak ke New York pada 21 september 2022. Kepala Negara akan berpartisipasi dalam pertemuan Majelis Umum PBB dan  berpidato pada 23 september 2022.

Selain itu, Kepala Negara  juga akan menyampaikan pidato dalam pertemuan  khusus Komisi Pembangunan Perdamaian pada 26 september 2022. Presiden Republik  akan kembali ke tanah air pada 29 september 2022.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor    : Armandina Moniz

 

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!