DILI, 17 agustus 2022 (TATOLI)— Menteri Luar Negeri dan Kerjasama, Adaljiza Albertina Xavier Reis Magno, mengatakan pihaknya telah menerima kabar yang positif dari misi pencari fakta (FFM-Fact Finding Mission) untuk tiga pilar bahwa Timor-Leste (TL) mampu menjadi anggota ASEAN (Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara) pada 2023 nanti.
“Sangat positif untuk menjadi anggota ASEAN. Karena, hasil dari FFM untuk tiga pilar sangat positif. Artinya, kita melakukan progress yang baik dalam hal perkembangan dan berdasarkan sumber daya manusia dan pertumbuhan ekonomi,” ungkap Menteri Adaljiza usai menghadiri rapat Dewan Menteri di Kantor Pemerintah, rabu ini.
Berita terkait : Para Menlu ASEAN harap percepat aksesi Timor-Leste
Meskipun begitu, Menteri Adaljzia mengakui bahwa TL harus bekerja lebih keras lagi untuk mengkapasitasi sumber daya manusia (SDM) yang ada. Karena, setelah menjadi anggota ASEAN akan lebih banyak pertemuan tingkat tinggi yang bisa mencapai 1000 kali pertemuan setiap tahun de berbagai sektor.

“Mereka belum memberikan hasil FFM secara formal kepada kita. Tetapi, secara lisan mengatakan hasil dari FFM sangat positif. Mereka telah mengumumkan ini dan jika semua berjalan dengan lancar tahun depan mereka akan menyambut kita,” katanya.
Ditanya mengenai pendekatan TL pada sepuluh (10) negara anggota ASEAN, Menteri Adaljiza mengatakan, selama ini aktif melakukan pertemuan dengan para petinggi dari setiap negara anggota ASEAN untuk melobi agar bisa mendukung proses aksesi itu sendiri.
Diplomat itu pun, sebelumnya telah mengunjungi Cambodia untuk berpartisipasi dalam pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN dan memiliki kesempatan untuk berbincang dengan Sekretaris Jenderal ASEAN, Lim Jock.
Dalam pertemuan itu, Sekjen ASEAN, Lim Jock mengakui Timor-Leste atas sambutan hangatnya terhadap FFM dan mengapresiasi upaya luar biasa Timor-Leste dalam proses pembangunan nasional di bidang infrastruktur dan keberhasilan dalam menyelesaikan undang-undang untuk menjadi anggota ASEAN dan juga WTO (Organisasi Perdagangan Dunia).
Berita terkait : Aksesi ke ASEAN, Menteri Adaljiza : Singapura tetap dukung Timor-Leste
Dikatakan, pada November 2022 ini akan diumumkan secara formal hasil FFM dari tiga pilar tersebut pada pertemuan KTT ASEAN. Setelah itu, pada 2023 akan dilakukan pemilihan mengenai proses keangotaan ASEAN dari setiap negara melalui konsensus.
Dubes Okto : Indonesia terus dukung Timor-Leste aksesi ke ASEAN
Sementara, Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk TL, Okto Dorinus Manik kepada Tatoli di KBRI, Dili mengatakan, Indonesi hingga saat ini terus berkomitmen pada TL mendukung aksesi ke ASEAN maupun WTO melalui penyediaan pelatihan SDM.
Ia mengapresiasi pihak TL yang selama ini melakukan pendekatan dengan semua negara karena keputusan untuk menjadi anggota ASEAN adalah pilihan melalui konsensus dan Indonesia terus berkomitmen mendukung TL.
Diplomat itu menginformasikan untuk proses persiapan kepemimpinan Indonesia pada ASEAN pada tahun depan saat ini masih berjalan tetapi untuk sementara Indonesia akan berfokus pada Konferensi Tingkat Tinggi G20 yang akan diadakan di Bali, Indonesia, november tahun ini.
Berita terkait : Presiden Horta : Aksesi Timor-Leste ke ASEAN jadi prioritas nasional
Sementara, FFM untuk tiga pilar telah melakukan misi mereka di Timor-Leste dalam pengumpulkan fakta, sebelum proses aksesi TL ke ASEAN. Tiga pilar tersebut terdiri dari Pilar Politik Keamanan ASEAN, Pilar Sosial-Budaya ASEAN dan Pilar Ekonomi ASEAN.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




