DILI, 21 juli 2022 (TATOLI)— Wakil Menteri Luar Negeri dan Kerjasama (MNEK), Julião da Silva mengatakan, Pemerintah siap memfasilitasi tiket Jakarta (Indonesia) -Dili (Timor-Leste) untuk tujuh tenaga kerja (naker), namun agency harus ganti rugi.
Ketujuh naker warga negara Timor-Leste (WNTL), berinisial BS, ECdR, L, P, M, A, A (ketujuhnya perempuan) hidup susah di Dubai Uni Emirat Arab (UEA). Karena, perusahaan yang mempekerjakan mereka tidak memiliki kontrak resmi dan menyita semua dokumen pribadi, kecuali telepon genggam untuk berkomunikasi.
Sehingga, tujuh naker asal Timor-Leste yang bekerja di Dubai kini sudah berada di Jakarta, Indonesia, dan menunggu pemerintah untuk memfasilitasi mereka untuk pulang ke tanah air Timor-Leste.
Berita terkait : Tujuh naker di Dubai dalam perjalanan pulang ke Timor-Leste
“Kami telah bernegosiasi dengan agency yang mengirim tujuh naker ke Dubai. Kami berusaha agar agency tersebut mempertanggung jawabkan dengan membeli tiket untuk tujuh naker yang saat ini berada di Jakarta, agar dapat pulang ke Timor-Leste,” kata Wakil Menteri MNEK, Julião pada wartawan di kantor Pemerintah Dili, rabu ini.
Menurutnya, saat ini, tujuh naker tersebut telah diamankan oleh Kedutaan Besar Timor Leste di Jakarta. Mereka ditempatkan salah satu penginapan di Jakarta.
“Dalam perhitungan, jika tujuh naker tiba pada minggu lalu, maka pemerintah hanya mengeluarkan anggaran sekitar $8.000. Namun, mereka telah lama berada di Jakarta dan biaya akan semakin meningkat,” katanya.
Berita terkait : Tujuh Naker hidup susah di Dubai, Fidelis : Pemerintah akan cari solusi
Dijelaskan, proses pemulangan tujuh naker sangat lama, karena hingga kini agency yang mengirim mereka belum memberikan kabar untuk mempertanggung jawabkan kasus tersebut.
“Agency tersebut telah bertemu dengan kami pada minggu lalu. Jadi, kami, memberikan opsi kepada mereka bahwa, jika pemerintah yang akan membeli tiket untuk mereka, maka agency harus ganti rugi,” tegasnya.
Ia menegaskan bahwa pemerintah harus mengambil keputusan tersebut, agar tidak terjadi lagi kasus yang sama, dimana pemerintah yang harus menanggung semuanya.
Berita terkait : Kasus tujuh Naker di Dubai, PCIC tahan lagi dua tersangka asal Sudan dan Bahrain
Reporter : Mirandolina Barros Soares
Editor : Armandina Moniz




