iklan

HUKUM, INTERNASIONAL, KEADILAN, DILI, HEADLINE, KEAMANAN, SOSIAL INKLUSIF

Kasus tujuh Naker di Dubai, PCIC tahan lagi dua tersangka asal Sudan dan Bahrain

Kasus tujuh Naker di Dubai, PCIC tahan lagi dua tersangka asal Sudan dan Bahrain

The Criminal Investigation Scientific Police (PCIC-portugis) menahan dua tersangka atas dugaan kasus tindak pidana perdagangan manusia ( human trafficking. Foto spesial

DILI, 24 Juni 2022 (TATOLI) – The Criminal Investigation Scientific Police (PCIC-portugis)  menahan lagi dua tersangka atas dugaan kasus tindak pidana perdagangan manusia (human trafficking) pada tujuh tenaga kerja (Naker) berwarga Negara Timor-Leste (WNTL), yang saat ini bekerja dan hidup susah di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA).

Kedua tersangka dengan inisial AES asal Bahrain dan IGAE berwarga negara Sudan ditangkap di Bandara Internasional Nicolau Lobato, Dili, pada pukul 13:00 WTL, jumat. Kedua tersangka dari Indonesia dan tiba di Timor-Leste dengan pesawat CITILINK.

Berita terkait : Kasus tujuh Naker di Dubai, PCIC bekerjasama dengan POLRI identifikasi agency di Indonesia   

“Kami telah menahan dua warga negara asing, yang  diduga terlibat dalam kejahatan perdagangan manusia. Mereka akan bekerja dengan para  warga negara Timor yang telah ditangkap pada  beberapa hari lalu”, kata Wakil Direktur PCIC, Adino Nunes Cabral, kepada Tatoli, di Colmera.

“Dua orang asing dan tiga orang Timor-Leste memiliki hubungan dengan jaringan kejahatan transnasional untuk melakukan perekrutan baru. Dua warga negara asing akan datang ke sini untuk perekrutan baru. Tetapi kami dapat mendeteksi rencana mereka. Karena itu, kami menempatkan tim kami di Bandara Internasional untuk melakukan penangkapan,” jelasnya.

Dikatakan, PCIC memiliki surat perintah penangkapan yang dikeluarkan Pengadilan dan para tersangka akan hadir untuk proses interogasi pertama dalam waktu 72 jam.

Berita terkait : Tujuh tenaga kerja Timor-Leste hidup susah di Dubai : Kami ingin pulang  

Tiga orang Timor-Leste, yang diduga terkait dengan agency di Indonesia, telah ditahan sehubungan dengan kasus ini dan sudah berada di PCIC.

Sebelum, PCIC Timor-Leste, pada rabu (22/06/2022) telah menangkap tiga orang tersangka warga negara Timor-Leste dengan inisial MVT, HdS dan JG. Ketiganya diduga telah melakukan perdagangan manusia (human trafficking) dan kejahatan terorganisir, yang mana memfasilitasi dokumen pada tujuh orang perempuan untuk bekerja di luar negeri, secara ilegal.

Tujuh (7) tenaga kerja warga negara Timor-Leste (WNTL), berinisial BS, ECdR, L, P, M, A, A (ketujuhnya perempuan) kini  sedang hidup susah di Dubai Uni Emirat Arab (UEA). Karena, perusahaan yang mempekerjakan mereka tidak memiliki kontrak resmi dan menyita semua dokumen pribadi, kecuali telepon genggam untuk berkomunikasi.

Berita terkait : Tujuh Naker hidup susah di Dubai, Fidelis : Pemerintah akan cari solusi

Jornalista: Domingos Piedade Freitas

Editor: Maria Auxiliadora (penerjemah : Armandina Moniz)

 

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!