iklan

EKONOMI, POLITIK, INTERNASIONAL, DILI, HEADLINE, SOSIAL INKLUSIF

TANE Konsumidor minta IQTL segera siapkan standardisasi kualitas produk TL

TANE Konsumidor minta IQTL segera siapkan standardisasi kualitas produk TL

Ketua TANE Konsumidor, António da Siva. Foto TATOLI/Egas Cristóvão

DILI, 07 juli 2022 (TATOLI)—Asosiasi TANE Konsumidor meminta Institut Kualitas Timor-Leste (IQTL–portugis) untuk segera menyiapkan standaris standardisasi  kualitas pada produk apa saja di Timor-Leste guna menjamin produsen lokal untuk berkompetisisi di luar negeri.

“Ini sangat menarik karena IQTL memiliki kewajiban untuk mensertifikasi setiap produk yang ada disini berkualitas atau tidak sebelum dijual keluar negeri. Sama halnya dengan produk yang akan di impor ke TL harus   memiliki sertifikat,” kata  Ketua TANE Konsumidor, António Ramos da Silva ‘Naikoli’ pada Tatoli secara esklusif di kantornya Vila Verde.

Ia meminta IQTL  segera menyelesaikan proses persiapan untuk memberikan standardisasi kualitas produk Timor-Leste. Karena, saat ini kita belum memilikinya.

Ketua TANE Konsumidor itu meyakini dengan adanya standardisasi memberikan keuntungan bagi para produsen atau perusahaan dalam memproduksi suatu produk yang membutuhkan standar-standar tertentu. Karena, setiap perusahaan memiliki pedoman standardisasinya sendiri.

Dikatakan, standardisasi-standardisasi tersebut tentunya memilki tujuan dan manfaatnya tersendiri. Seperti, meningkatkan efisiensi dalam desain, pengembangan dan penggunaan material, penghematan keuangan, sumber daya manusia  waktu, fasilitas dan sumber daya lainnya dengan menggunakan faktor seminimal mungkin.

Keuntungan yang didapatkan adalah pengenalan barang atau produk lebih mudah dilakukan, tidak terjadi kesalahan spesifikasi dalam pembelian produk, pemesanan dan pembelian barang standar dapat dilakukan dengan mudah, lebih mudah mengenal sifat-sifat produk serta lebih mudah untuk melakukan penjualan.

“Kita lihat negara-negara yang dekat dengan kita memiliki standar tinggi. Contohnya,  Australia   memiliki standar  paling tinggi dan juga Malaysia. Tetapi Indonesia masih tergolong sedang,” katanya.

Ia juga mengatakan, persyaratan TL untuk menjadi anggota WTO (Organisasi Perdagangan Dunia) merupakan salah satu syarat dalam menentukan standardisasi untuk negara serta menyediakan sertifikasi produk lokal pada perusahaan di TL.

“Kami minta IQTL khususnya kepada Pemerintah untuk segera memulai investasi untuk sektor ini agar memajukan ekonomi dalam negeri,” ungkapnya.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor    : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!