iklan

EKONOMI, BAUCAU

Kompetisi Bisnis Inovatif 2021, Atema’ar Adukafa berhasil kembangkan ternak Ayam kampung

Kompetisi Bisnis Inovatif 2021, Atema’ar Adukafa berhasil kembangkan ternak Ayam kampung

Manager Atema’ar Adukafa, Martinho Locatelli Ornai. Foto Tatoli/Francisco Sony

DILI, 01 juni 2022 (TATOLI)—Kelompok usaha Atema’ar Adukafa berhasil mengembangkan bisnis ternak Ayam kampung di Desa Buibau, Pos administratif Baucau, Kotamadya Baucau usai memenangkan Kompetisis Bisnis Inovatif tahun 2021 dengan dukungan dana sebesar $8.607.

Kompetisi  Bisnis Inovatif sendiri adalah proyek garapan bersama dari UNDP (Program Pembangunan PBB) bersama dengan Kementerian Pariwisata, Perdagangan dan Industri (MTKI) untuk mendukung para pengusaha muda dan kelompok usaha yang ingin mengembangkan bisnis mereka.

Bisnis ternak Ayam kampung dari kelompok usaha Atema’ar Adukafa. Foto Atema’ar Adukafa

Manager Atema’ar Adukafa, Martinho Locatelli Ornai menginformasikan bahwa melalui proses Camp dari kompetisi tersebut, Ia mendapatkan pengalaman melalui kunjungannya pada perusahaan ternak ayam milik Rui Castro di Hera bernama ‘Movimentu Asaun Ekonómia Komunitária’ (MEKOM).

“Dalam kompetisi pada tahun lalu, kami mempresentasikan rencana usaha kami dan akhirnya tepilih sehingga berhak mendapatkan dukungan dana senilai $8.607 dengan menyediakan material yang dibutuhkan untuk bisnis kami,” ungkap Manajer Atema’ar Adukafa pada Tatoli secara esklusif di Centro Convenções Dili (CCD), rabu ini.

Setelah berjalan hampir setahun, Kelompok Usaha Atema’ar Adukafa telah berhasil mengembangkan usaha ternak ayam kampung dan memiliki 500 ekor ayam kampung dan mendirikan kandang ayam seluas 50 x 50 yang berlokasi di kotamadya Baucau.

Kelompok usaha ini terdiri dari lima (5) orang dan memiliki fasilitas dukungan seperti mesin inkubator dengan kapasitas 500 telur, mesin pellet, mesin giling, generator, komputer dan juga material untuk mendirikan kandang ayam.

“Ini yang kami dapatkan selama kompetisi. Produk unggulan kami sekarang adalah telur putih yang diproduksi semingga bisa capai 100 telur, ayam kampung dan juga ayam petarung,” ucapnya.

Saat ini Atema’ar Adukafa menjual belikan ayam satu kilo dengan harga $10, telur putih satu rak $9 dengan pendapatan setiap bulan bisa mencapai $500.

Rencananya kelompok usaha ini akan meningkatkan usaha karena dengan memiliki tanah seluas satu hektar demi menjamin permintaan pasar di masa depan.

“Banyak yang ingin pesan. Tetapi saat ini kuantitas kita belum memenuhi. Jadi, kami harus meningkatkan usaha terlebih dahulu, agar nantinya pelanggan tidak kecewa,” tutupnya.

Sementara itu, Project Manager Supporting Entrepreneurship and Employment for Women and Youth (SEEWAY) UNDP, Francelino Guterres mengatakan sebelumnya pada Kompetisi Bisnis Inovatif 2021, ada 29 kelompok usaha yang berhasil menerima dukungan dana dengan total $200.000.

“Keseluruhan dari para penerima manfaat ini sudah memulai usahanya dan semuanya sukses, banyak yang sudah berjalan dan beberapa baru memulai dan kmai terus lakukan monitoring,” kata Francelino Guterres.

Ia menyebutkan para pengusaha muda ini berinvestasi di sektor-sektor produktif seperti Pertanian dan Perikanan, Industri dan Manufaktur, Industri, Pariwisata, Teknologi dan Inovasi Pangan.

Reporter: Cidalia Fátima

Editor   : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!