iklan

EKONOMI, INTERNASIONAL, SOSIAL INKLUSIF

Utusan PBB dan MNEK bahas isu penting termasuk aksesi TL untuk ASEAN

Utusan PBB dan MNEK bahas isu penting termasuk aksesi TL untuk ASEAN

Menteri Luar Negeri dan Kerjasama (MNEK), Adaljiza Magno, menerima kunjungan kehormatan dari Sekretaris Eksekutif Komisi Ekonomi dan Sosial PBB untuk Asia dan Pasifik (ESCAP - Economic and Social Commission for Asia and the Pacific), Armida Salsiah Alisjahbana. Foto Media MNEK

DILI, 22 mei 2022 (TATOLI)– Menteri Luar Negeri dan Kerjasama (MNEK), Adaljiza Magno, menerima kunjungan kehormatan dari Sekretaris Eksekutif Komisi Ekonomi dan Sosial PBB untuk Asia dan Pasifik (ESCAP-Economic and Social Commission for Asia and the Pacific), Armida Salsiah Alisjahbana. Keduanya membahas isu penting termasuk aksesi Timor-Leste untuk ASEAN.

Sekretaris Eksekutif ESCAP Armida  mengunjungi Timor-Leste sebagai Utusan Khusus PBB untuk Upacara peringatan 20 tahun Restorasi Kemerdekaan Timor-Leste dan upacara Pelantikan Presiden Republik periode 2022-2027.

“Kedua belah pihak memanfaatkan kesempatan berharga ini untuk berdiskusi dan bertukar pandangan tentang isu-isu penting. Keduanya bertemu pada 20 mei lalu,” ungkap siaran pers yang diakses Tatoli.

Isu yang dibahas anatara-lain, sejarah ESCAP yang terbentuk sebagai forum kerjasama regional, Komisi Ekonomi untuk Asia dan Timur yang  yang berfokus pada pembangunan ekonomi dan rekonstruksi pasca perang.

Adapuan sesi ketujuh puluh delapan ESCAP akan diadakan dalam modalitas hibrida dari 23 hingga 27 Mei 2022 dan kemajuan sosial ekonomi yang signifikan di wilayah selama pandemi dan bencana alam yang disebabkan oleh perubahan iklim.

Kerjasama UNESCAP dengan SRO SEA mendukung negara-negara Asia Tenggara dalam upaya mencapai pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan, khususnya melalui Sustainable Development Goals (SDGs).

“Proses Aksesi Timor-Leste ke ASEAN yang sedang berlangsung, penguatan kerjasama untuk keberlanjutan sosial ekonomi di kawasan Asia dan Pasifik dan Strategi Geopolitik Timor-Leste. Beberapa topik penting itu dibahas dalam pertemuan keduanya,” ungkap portal resmi MNEK.

Pembahasan lainnya meliput, prinsip Politik Luar Negeri Timor-Leste, Komitmen dan keterlibatan Timor-Leste dalam forum Multilateral, penandatanganan MoU Forum Pulau Pasifik, Isu Internasional dan Krisis Dunia.

Terakhir adalah persiapan Timor-Leste untuk kelulusan LDC (Least-Developed Countries), potensi sumber daya alam Timor-Leste untuk pembangunan ekonomi, Peran penting Timor-Leste dalam G7+ dan perdagangan tanpa kertas lintas batas.

Reporter: Cidalia Fátima

Editor    : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!