iklan

POLITIK, INTERNASIONAL, SOSIAL INKLUSIF

Mantan Menlu AS wafat, Xanana Gusmão sampaikan belasungkawa  

Mantan Menlu AS wafat, Xanana Gusmão sampaikan belasungkawa  

Kay Rala Xanana Gusmão bersama Mantan Menteri Luar Negeri, Amerika Serikat (AS), Madeleine Albright (Almarhumah). Foto spesial

DILI, 24 maret 2022 (TATOLI)– Mantan Presiden Republik Timor-Leste, José Alexandre Kay Rala Xanana Gusmão menyampaikan belasungkawa atas wafatnya, Mantan Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS), Madeleine Albright pada 23 Maret 2022.

Xanana Gusmão pagi ini dari Timor-Leste (TL) mengirimkan surat belasungkawa kepada Putri Madeleine Albright, Allce Albright di Washington D.C. Amerika Serikat yang mengatakan dirinya sangat sedih mendengar kabar wafatnya Mantan Menlu AS, Madeleine Albright.

“Dengan sangat sedih saya menulis untuk menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas wafatnya ibu Anda, Madeleine Albright, yang merupakan pembela perdamaian dan hak asasi manusia yang tak kenal takut dan pendukung kritis kebebasan bagi rakyat Timor-Leste,” tulis Xanana yang juga sebagai Ketua Dewan Perunding untuk Penetapan Garis Batas Maritim Republik Demokratik Timor-Leste.

Bagi Xanana, Madeleine Albright adalah seorang negarawan global yang luar biasa yang memiliki keberanian untuk melawan penindasan di seluruh dunia. Dia memiliki karir yang luar biasa yang, tentu saja, termasuk menjadi Menteri Luar Negeri AS wanita pertama. Dia adalah seorang advokat yang kuat bagi negaranya untuk mendukung yang tertindas dan berjuang untuk kebebasan.

Mantan Presiden Republik TL ini menuliskan bahwa,  dengan rakyat Timor yang terus menderita di bawah pendudukan yang menghancurkan, pada tahun 1999 Madeleine Albright pergi ke Jakarta untuk bertemu dengan Presiden Indonesia dan menuntut transisi damai bagi negara TL.

“Dalam pernyataan yang sangat penting bagi Indonesia dan dunia, dia (Almarhumah) juga bersikeras untuk mengunjungi saya di Jakarta tempat saya dipenjarakan sejak tahun 1992. Sebagai pemimpin perjuangan perlawanan Timor, pertemuannya dengan saya memberikan dorongan dan kredibilitas yang besar bagi kami dan memberikan pesan yang jelas kepada pimpinan dan militer Indonesia bahwa Amerika mendukung perdamaian di Timor-Leste,” tulis Xanana Gusmão.

“Saya juga sangat dihormati oleh ibu Anda pada tahun 2004 ketika dia menjadi Ketua Institut Demokrasi Nasional dan saya dianugerahi Penghargaan Demokrasi Harriman. Penghargaan ini merupakan dukungan penting dari negara kita yang baru merdeka dan membantu mengkonsolidasikan demokrasi di negara kita,”  ungkap Xanana dalam tulisannya.

Setelah pelayanannya yang terhormat sebagai Sekretaris Negara, Madeleine Albright terus menjadi tokoh Internasional yang lebih rendah yang mengadvokasi perdamaian, kebebasan dan martabat manusia.

Pada saat-saat seperti ini, tulis Xanana dengan dunia yang kacau menghadapi otoritarianisme dan penderitaan manusia yang semakin meningkat, negara membutuhkan orang-orang dengan keberanian dan kekuatan ibumu lebih dari sebelumnya.

“Wafatnya  Madeleine Albright merupakan kehilangan besar bagi dunia. Saya tahu bahwa itu pasti saat yang sulit bagi Anda, saudara perempuan Anda, dan keluarga besar Anda. Saya turut belasungkawa   kepada keluarga Anda dan kepada orang-orang Amerika saat kita mengingat hidupnya yang luar biasa dan kontribusinya bagi perdamaian dan kebebasan global,”  kata Kay Rala Xanana Gusmão dalam tulisannya.

Madeleine Korbel Albright (15 Mei 1937 – 23 Maret 2022), adalah diplomat Amerika Serikat, Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB ke-20, dan Menteri Luar Negeri AS ke-64. Dia adalah duta besar untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa sejak tanggal 6 Februari 1993.

Madeleine Albright, Menteri Luar Negeri AS wanita pertama dan yang membantu mengarahkan kebijakan luar negeri Barat setelah Perang Dingin.  Madeleine Albright   meninggal pada usia yang ke 84 tahun. Beliau  meninggal akibat  menderita penyakit kanker.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor   : Armandina Moniz

 

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!