iklan

POLITIK, INTERNASIONAL, DILI, HEADLINE, SOSIAL INKLUSIF

Progres pembangunan Pelabuhan Tibar telah capai 72%

Progres pembangunan Pelabuhan Tibar telah capai 72%

Kontruksi Pelabuhan Tibar. Foto TATOLI/António Gonçalves

DILI, 22 februari 2022 (TATOLI) – Progres proyek pembangunan Pelabuhan Tíbar, Dili pada akhir desember 2021, telah mencapai 72%.

Berdasarkan sebuah dokumen yang dirilis  Kementerian Keuangan, selasa ini, menyebutkan, Pemerintah, melalui dana Viability Fund yang  dikelola Kementerian Keuangan, mengalokasikan dana $84,1 juta antara agustus dan desember 2021  untuk  melaksanakan pekerjaan konstruksi yang membawahi perusahaan Timor Port SA, pemegang  Proyek Kemitraan Swasta (KPS) di Pelabuhan Tíbar.

Disebutkan pada akhir Juli 2021, pembangunan Pelabuhan Tibar telah mencapai 62,26%. Proyek itu dijadwalkan akan selesai pada mei 2022, dan juni 2022  akan mulai beroperasi.

Sementara itu, Pemerintah melalui Kementerian Keuangan mengalokasikan $64,7 juta antara agustus 2019 dan mei 2020, untuk masing-masing pekerjaan konstruksi.

“Ketika konstruksi selesai dan Pelabuhan ini mulai beroperasi, maka semua aktivitas kegiatan impor dan ekspor dilakukan di Tibar,” rilis dokumen tersebut.

Pelabuhan tersebut akan memiliki panjang 630 meter dan lebar 15 meter, serta 27 hektar lapangan untuk tempat meletakan kontainer dan dua tempat untuk menempatkan kontainer yang pengangkutannya ditunda.

“Efisiensi ini dinilai sebagai langkah penting Kementerian Keuangan dalam lingkup reformasi  dan pengelolaan keuangan publik. Ini membantu Pemerintah dan pengguna Pelabuhan untuk mengumpulkan pendapatan dengan cara yang lebih cepat, adil, dan lebih transparan,” tulis siaran Kementerian Keuangan itu.

Pelabuhan baru ini bertujuan untuk mendukung Timor-Leste dalam diversifikasi produksi dalam negeri, memfasilitasi konektivitas maritim dengan kawasan Asia, juga menghubungkan negara TL ke pasar global dan meningkatkan akses ke perdagangan dan industri lainnya.

Pelabuhan Tibar dibangun atas dasar Public-Private Partnership (PPP) dengan dana senilai $130 juta berasal dari Viability Fund dan $150 juta dari Timor Port, anak perusahaan Bolloré.

Pembangunan infrastruktur ini melibatkan kerja sama antara 1.240 pekerja, di mana 792 orang (63%) di antaranya adalah pekerja TL.

Perusahaan China Harbour dikontrak oleh Timor Port untuk membangun pelabuhan tersebut. Hingga bulan Juli, 65 perusahaan telah disubkontrakkan dengan nilai lebih dari $20 juta  dan dengan manfaat langsung dan tidak langsung bagi 378 pekerja.

Pelabuhan Tíbar dianggap sebagai proyek kepentingan umum, dipimpin oleh Komisi antar kementerian yang terdiri dari Kementerian Keuangan, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Perencanaan dan Kementerian  Transportasi dan Komunikasi,

 Reporter : Cidalia Fatima

 Editor:  Armandina Moniz  

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!