DILI, 18 Oktober 2021 (TATOLI) – Dana Anak-anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF), menyerahkan empat lemari pendingin kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Badan Penyimpanan Obat-Obatan dan Peralatan Medis (SAMES) untuk menyimpan vaksin Covid-19.
Acara penyerahan empat lemari pendingin dilakukan Perwakilan UNICEF di Timor-Leste (TL), Bilal Durrani kepada Menteri Kesehatan (Menkes), Odete Maria Freitas Belo di kantor SAMES, Kampung Alor Dili, senin ini.
Berita terkait : 100.620 dosis vaksin Pfizer Covid-19 dari AS tiba di TL
Menkes, Odete Maria Freitas Belo dalam sambutannya, mengatakan, lemari pendingin dibeli UNICEF dari anggaran Covax Facility.
“UNICEF mendukung Kemenkes melalui SAMES dalam menyiapkan, memelihara, dan meningkatkan sistem penyimpanan dan distribusi rantai pendingin nasional selama bertahun-tahun. Ini dilakukan untuk membantu kami dalam menyimpan dan mendistribusikan vaksin Covid-19 secara rutin dan tanpa gangguan apa pun,” kata Odete.
Berita terkait : Vaksin Pfizer diberikan pertama pada anak-anak sekolah di Dili
Bantuan lemari pendingin, kata Odete, bertujuan agar SAMES dapat menyimpan vaksin Pfizer BionTech, yang memerlukan penyimpanan pada suhu sangat rendah mencapai hingga minus 86 derajat Celcius.
“Penyerahan lemari pendingin akan membantu kami dalam penyimpanan vaksin Pfizer BioNTech dengan aman pada suhu yang diperlukan. Sehingga, dapat memungkinkan kami untuk melakukan kampanye vaksinasi pada anak-anak yang berusia 12 hingga 17 tahun,” katanya.
Menurutnya, lemari pendingin dengan kapasitas penyimpanan vaksin pada suhu yang sangat rendah merupakan yang pertama kali di TL sejak UNICEF mendukung penyimpanan vaksin Covid-19 dari tanggal 22 september hingga saat ini.
“Sejak saat itu UNICEF bekerja sama dengan Kemenkes melalui SAMES, untuk memastikan bahwa negara siap menerima Vaksin Pfizer BioNTech dengan mendukung bantuan mulai dari pemasangan dan pemantuan suhu tiga kali sehari. Itu dilakukan untuk memeriksa berfungsinya tempat penyimpanan, dan mendukung juga pelatihan Teknis seperti, Teknisi Peralatan Biomedis, dan staf untuk mengoperasikan, memantau, dan memelihara sistem” kata Odete.
Sementara itu, Perwakilan dari UNICEF, Bilal Durrani, menjelaskan penyimpanan dan pengangkutan vaksin pada suhu yang tepat sangat penting untuk memastikan kualitas sebelum diberikan pada anak-anak sehingga melindungi dari penyakit yang mengancam termasuk orang dewasa.
“UNICEF bangga mendukung TL selama bertahun-tahun dalam membangun sistem rantai dingin di negara ini untuk melaksanakan imunisasi secara rutin serta vaksinasi Covid-19. Kami memasang lemari pendingin dengan suhu yang rendah menjadi lebih tinggi di tingkat nasional dengan pemasangan rantai ultra-dingin. Kami juga akan memperluas rantai dingin secara bertahap di semua wilayah TL,” kata Bilal Durrani dalam sambutannya.
Menurutnya, UNICEF akan membeli 16 lemari pendingin dengan suhu ultra-rendah pada Kemenkes dengan dana dari Pemerintah Australia.
“Lemari pendingin tersebut akan dipasang di gudang regional, agar memungkinkan pemerintah untuk menyimpan vaksin yang membutuhkan ultra cold suhu,” lanjutnya.
100.620 dosis vaksin Pfizer BioNTech dikirim pertama kali di TL pada 16 oktober. Setelah Otoritas Penasihat Teknis Imunisasi Nasional dan Kemenkes menyetujui vaksinasi anak-anak antara 12 hingga 17 tahun menggunakan vaksin Pfizer BioNTech untuk mencegah Covid-19.
Reporter : Mirandolina Barros Soares
Editor : Armandina Moniz




