iklan

POLITIK, INTERNASIONAL, PENDIDIKAN

UE luncurkan empat film tentang pentingnya pohon

UE luncurkan empat film tentang pentingnya pohon

Duta Besar UE untuk TL, Andrew Jacobs meluncurkan empat film yang bercerita tentang pentingnya pohon dalam budaya tradisional, mata pencaharian dan aksi iklim di Timor-Leste (TL). Peluncuran film dilakukan di kediaman mantan Presiden Republik, José Ramos Horta, rabu (29/09) malam, di Metiaut, Dili. Foto Tatoli/Francisco Sony

DILI, 30 september 2021 (TATOLI)—Uni Eropa (UE) bersama mantan Presiden Republik, José Ramos Horta selaku tuan rumah meluncurkan empat film yang bercerita tentang pentingnya pohon dalam budaya tradisional, mata pencaharian dan aksi iklim di Timor-Leste (TL).

Duta Besar UE untuk TL, Andrew Jacobs mengatakan, keempat film ini terdiri dari tiga film dokumenter dan satu film “Making of” tentang pentingnya pohon untuk wanatani dan mitigasi perubahan iklim, serta bagaimana berkontribusi pada penciptaan mata pencaharian baru di masa depan yang berkelanjutan bagi orang-orang di TL.

Acara perdana pemutaran film diadakan di kediaman  Peraih Nobel Perdamaian dan mantan Presiden Republik, José Ramos Horta, rabu malam, di Metiaut, Dili.

Film-film tersebut diproduksi dengan dukungan dari “Partnership for Sustainable Agroforestry (PSAF)/Ai ba Futuru”, yang didanai bersama   UE dan Kementerian Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (BMZ) Jerman.

Dijelaskan, keempat film ini menyampaikan pesan yang menginspirasi tentang bagaimana masyarakat lokal, dengan kebijaksanaan, nilai-nilai dan kerja keras mereka berada di garis depan dalam melindungi dan mengembangkan pohon dan hutan di TL. Sehingga, dapat berkontribusi pada mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, yang merupakan jantung dari Kesepakatan Hijau Serikat Eropa.

Andrew Jacobs pun berterima kasih kepada Mantan Presiden, Horta karena telah menjadi tuan rumah pemutaran perdana di kediamannya. Ia berharap film-film ini akan menghibur, menginspirasi dan membuka mata semua orang akan pentingnya pohon dan hutan.

“Pohon adalah sumber daya yang secara lokal dapat menghasilkan pendapatan, menciptakan lapangan kerja dan mata pencaharian baru. Pada saat yang sama mereka juga merupakan aset yang dapat digunakan secara global untuk perdagangan emisi dan mitigasi perubahan iklim,” jelas Andrew dalam sambutannya.

Keempat film tersebut, “Son of Manukoko, the Guardian of Trees” oleh Bernardino Soares, “Ai Ba Moris” oleh Tom Hill, “Three Trees, Three Stories” oleh Lena Lenzen dan ‘Making of’ “Three Stories, One Country, Beautiful Timor-Leste” oleh Jawad Rayyan, juga akan segera diputar di Laklubar, Manatuto dan Atauro.

Pemutaran lebih lanjut akan diadakan dalam bentuk pemutaran road show untuk memberikan hiburan dan informasi kepada penduduk, bepergian ke lokasi di empat kotamadya sasaran proyek PSAF-Ai Ba Futuru, yaitu Dili, Lautem, Ermera dan Manatuto.

Untuk menjangkau khalayak internasional, film-film tersebut telah dikirim ke Festival Film terkait lingkungan dan perubahan iklim, seperti “Film Krisis Iklim” yang akan diadakan di sela-sela COP 26, di Glasgow, Skotlandia, dan ke Festival Film Independen Jakarta” di Indonesia. Salah satu film telah dipilih untuk Festival Film di Spanyol.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor     : Armandina Moniz

 

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!