iklan

POLITIK

Pemerintah rombak struktur kepemimpinan RAEOA, Régio da Cruz ditunjuk sebagai Ketua

Pemerintah rombak struktur kepemimpinan RAEOA, Régio da Cruz ditunjuk sebagai Ketua

Ketua RAEOA, Régio da Cruz. Foto TATOLI/Abilio Elo Nini

DILI, 22 April 2026 (TATOLI) – Dewan Menteri menyetujui rancangan Resolusi Pemerintah yang diajukan oleh Menteri Administrasi Negara, Tomás do Rosário Cabral, terkait pemberhentian pimpinan kepala layanan di Daerah Administratif Spesial Oecusse Ambeno (RAEOA – Região Administrativa Especial de Oe-Cusse Ambeno) serta pengangkatan struktur kepemimpinan baru di wilayah tersebut.

Resolusi ini mencakup pemberhentian pejabat yang sebelumnya diangkat berdasarkan Resolusi Pemerintah No. 37/2025 tertanggal 27 Agustus, termasuk Direktur Jenderal Regional dan para Direktur Regional yang sedang menjabat.

Sebagai bagian dari restrukturisasi tersebut, Pemerintah menunjuk Régio da Cruz sebagai Ketua RAEOA. Selain itu, Salvador da Cruz ditunjuk sebagai Sekretaris Regional bidang Administrasi dan Keuangan, Francisco Loca ditunjuk untuk bidang Perencanaan dan Pembangunan, serta Merita Marques Lafo untuk bidang Urusan Sosial dan Organisasi Masyarakat.

Pemerintah juga menetapkan sejumlah pejabat sebagai Direktur Pelayanan Regional, yaitu Domingos Punef, Adelaide Rosália Faria Correia, Amâncio Aguido Punef, Augusto Jorge de Fátima Efi, Mário Coel, Anita da Costa Ruing, Vicêncio Cono, Odete Amado Martins, André Lao, Remígio Nuno Sila, Yoseph Ili, José Oki, Anastásia Eni, Fátima Olga Hei Amaral, Tomás José Tanessib Anuno, Júlio Coel, Domingos de Almeida, Orlando Quelo, José Ase Neno Colo, Cândido dos Reis Amaral, dan Jaime Taeque.

Dalam resolusi tersebut juga ditegaskan bahwa para pejabat yang ditunjuk wajib menjalani evaluasi kinerja tahunan. Penilaian yang tidak memuaskan dapat menjadi dasar pemberhentian dari jabatan yang diemban.

Langkah ini diharapkan dapat memperkuat tata kelola pemerintahan di RAEOA serta meningkatkan efektivitas pelayanan publik di wilayah administratif khusus tersebut.

Sementara itu, Wakil Menteri Urusan Parlemen, Adérito Hugo, mengatakan resolusi yang diajukan oleh Kementerian Administrasi Negara tentang pemberhentian kepemimpinan di RAEOA dan pengangkatan pemimpin baru dengan statuta baru yang mendefinisikan ulang atau mentransisikan model tata kelola di RAEOA dengan model tata kelola kota-kota lain.

Ia juga menjelaskan, Ketua Otoritas RAEOA akan terus memimpin hingga 31 Desember 2021, dan pemberhentian tersebut terkait dengan posisi kepemimpinan tetapi pemimpin RAEOA tetap memegang mandatnya, artinya struktur baru tersebut memiliki peraturan perundang-undangan terpisah mengenai mandat Ketua RAEOA.

Reporter: Cidalia Fátima

Editor: Armandina Moniz

 

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!