DILI, 28 september 2021 (TATOLI)— Direktur Klinik Bairo Pite, Inacio dos Santos mengatakan desain perencanaan pembangunan gedung baru Klinik Bairo Pite sudah dipresentasikan. Dana yang dibutuhkan sebesar $3.4 juta.
Dia menjelaskan, sesuai rencana akan dibangun tiga bangunan masing-masing, bangunan pertama untuk pemeriksaan kesehatan Xray dan laboratorium TBC. Bangunan kedua untuk rawat inap pasien TBC dan satu bangunan dengan tiga lantai untuk merawat pasien, pelayanan dan juga administrasi umum.
“Anggaran untuk bangunan Xray dan laboratorium sekitar $115 ribu, termasuk instalasi. Total dana untuk ketiga bangunan sekitar $3.4 juta. Itu sudah termasuk pagar,” kata Inacio kepada Tatoli di Klinik Bairo Pite, Dili, selasa ini.
Dikatakan, untuk memulai pengerjaan proyek tersebut, pihak Klinik Bairo Pite mempresentasikan desain perencanaan pembangunan lengkap dengan desain master plan dan anggarannya kepada Koordinator Lembaga Bangunan untuk Masyarakat Sipil (GASC) dan Kementerian Kesehatan.
“Berdasarkan rencana pembangunan tersebut akan dibangun sesuai dengan standar kesehatan agar bisa melayani masyarakat dengan baik,” ujarnya.
Disebutkan, fasilitas yang ada saat ini merupakan peninggalan militer Indonesia yang tidak memenuhi standar kesehatan. Karena itu, saat ini kami merencanakan master plan dan juga konstruksi,” paparnya.
Selain itu, Koordinator Lembaga Bantuan untuk masyarakat Sipil, (GASC), Filipe da Costa menjelaskan, perencanaan desain pembangunan tersebut didukung GASC dengan anggaran $24 ribu.
“Dari hasil presentasi, kami melihat semuanya sudah lengkap. Namun, ada kekurangan pada tempat sampah. Mereka sudah mempresentasikan anggaran sementara untuk dua bangunan, satu pagar, dan fasilitas Xray dengan anggaran $500 ribu lebih,” ucapnya.
Ia berharap adanya beberapa dukungan anggaran dari beberapa donator dan agensi untuk pembangunan klinik baru, namun ada juga dukungan dari dana global dan pemerintah.
Dikatakan, gedung baru Klinik Bairo Pite dibangun di atas tanah seluas 2.000 meter kuadrat di Klinik Bairo Pite lama.
Reporter : Mirandolina Barros Soares
Editor : Armandina Moniz




