DILI, 23 september 2021 (TATOLI)- Japan International Cooperation Agency (JICA) mendukung Timor-Leste (TL) untuk melakukan survei di daerah-daerah berisiko yang terkena dampak banjir 4 april lalu di Dili dan kotamadya lainnya.
Berita terkait : Antisipasi bencana alam, pemerintah segera dirikan tempat pengungsian multifungsi
Juru Bicara JICA di TL, YOKOHORI Shinji mengatakan, survei ini dilakukan dengan tujuan mengumpulkan informasi yang diperlukan untuk perumusan proyek-proyek korporasi di masa depan mengenai pembangunan perkotaan tahan bencana di ibu kota Dili.
Ia menambahkan, survei tersebut menganalisis dan mengidentifikasi kerusakan saat ini dari pengendalian banjir, fasilitas drainase dan air bersih, mekanisme terjadinya kerusakan banjir dan respon organisasi penanggulangan bencana.
Berita terkait : JICA dukung pemerintah pelajari kerusakan infrastruktur akibat banjir
Dikatakan, derdasarkan hal tersebut, diperlukan informasi perumusan proyek kerjasama di masa depan akan dikumpulkan dan dianalisis melalui studi uji coba penanggulangan banjir dan peta bahaya.
“Survei fokus pada tingkat kerusakan yang terkena dampak banjir april lalu, juga meninjau data yang ada,” kata YOKOHORI Shinji kepada Tatoli di kantornya, Pantai Kelapa, Dili, kamis ini.
Disebutkan, survei akan dilakukan di empat wilayah yaitu Sungai Comoro, pasokan air Dili di Be’e mos Dili, Fasilitas Irigasi Bubuto dan Fasilitas di Maliana.
Berita terkait : 22.220 populasi dari korban bencana alam telah menerima bantuan
Dikatakan, setelah pendataan selesai, tim survey akan membawa semua data, dengan memeriksa pengumpulan data sementara, yang merupakan temuan di Dili, Hera dan Tasi tolu.
Ia menjelaskan, para ahli telah melakukan survei pertama di sungai-sungai Comoro dan hanya menemukan kesimpulan sementara dari kerusakan dan mengumpulkan beberapa data.
Sementara itu, General Manager Pengawasan Markas Besar Proyek, Masatsugu KOMIYA mengatakan survei pertama adalah mengidentifikasi risiko pada penduduk yang tinggal di tepi sungai dan tingkat kerusakan yang disebabkan bencana banjir pada april lalu.
Ia menambahkan, TL diharuskan memperkuat undang-undang kepemilikan tanah untuk menghapus semua penduduk yang tinggal di tepi sungai. Setelah survei selesai, JICA melalui Pemerintah Jepang berencana menyediakan dana yang akan digunakan untuk proses rehabilitasi daerah-daerah yang paling terkena dampak bencana banjir.
Ia menyebutkan, JICA menyediakan 14 tenaga ahli untuk melakukan survei terhadap daerah-daerah berisiko yang terkena dampak bencana banjir di Dili dan bahkan di beberapa kotamadya yang paling terkena dampak bencana banjir. Kegiatan survei dilaksanakan selama satu tahun dan telah dimulai pada agustus 2021 hingga agustus 2022.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




