DILI, 15 september 2021 (TATOLI)– Direktur Nasional Tenaga Kerja Luar Negeri Sekretariat Pelatihan Professional Ketenagakerjaan (SEFOPE), Filomeno Soares meminta para tenaga kerja (naker) untuk bersabar sebelum dikirimkan ke Korea Selatan (Korsel), karena pemerintah mendapatkan kendala untuk menyewa pesawat.
Berita terkait : 500 Naker minta SEFOPE negosiasi dengan Korsel sebelum putuskan kontrak kerja
“Salah satu masalah yang memberikan kendala pada TL karena tidak adanya penerbangan komersil dan regular flight. Sekarang kita hanya mempunyai jalan dengan menggunakan charter flight yang harganya tidak sama dengan biasanya,” ungkapnya.
Ia mengatakan, dengan situasi ini SEFOPE tidak hanya duduk diam. Tetapi, kami tetap melakukan koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan Kerjasama (MNEK) dan juga Kedutaan Besar (Kedubes) TL di negara bersangkutan untuk memberikan informasi yang benar agar membantu para naker. “Kita memaklumi kekwatiran mereka (naker) namun tidak ada seorang pun yang ingin menggagalkan kontrak mereka,” katanya.
Menurutnya, pemerintah melalui SEFOPE memiliki tanggungjawab memfasilitasi naker untuk bekerja di luar negeri seperti Australia atau Korsel.
“Pemerintah menyediakan kesempatan namun pandemi Covid-19 menjadi kendala. Korsel sendiri memberikan persyaratan protokol kesehatan yang sangat ketat,” katanya.
Dia mengatakan Covid-19 ini berdampak pada semua sektor. SEFOPE sedang melakukan negosiasi agar memiliki kerjasama yang baik, pihak Korsel sendiri pun ada disini. Mereka juga melakukan cross-check dan jika sudah ada daftar yang dikirimkam maka TL akan segera menginformasikannya pada para naker.
“Keputusan sebenarnya dari Korsel. Jadi, kami minta para naker untuk bersabar. Karena, bukan kami yang memberikan pekerjaan,” tuturnya.
Menurut data dari SEFOPE sampai saat ini kontrak kerja baru yang masuk dari Korsel berjumlah sekitar 500 lebih.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




