DILI, 25 agustus 2021 (TATOLI)— Direktur Organisasi Lalenok ba Ema Hotu (LABEH), Christopher Henry Samson meminta pemerintah segera menyelesaikan program Cesta Básica bagi masyarakat tertinggal.
“Kami sudah lakukan pemantauan di berbagai kotamadya dan melihat banyak sekali masyarakat yang belum mendapatkan hak mereka untuk mengakses program Cesta Básica. Selain itu, beberapa desa sampai saat ini belum menerima Cesta Básica. Kami harap pemerintah segera memberikan hak masyarakat karena program ini tidak dilihat dari status sosial, namun untuk semua orang,” kata Christopher kepada wartawan dalam jumpa pers di Kantor LABEH, Komoro, Dili, rabu ini.
Ia menjelaskan, banyak faktor yang menyebabkan program Cesta Básica tidak berjalan sesuai rencana awal. Itu karena data populasi tidak akurat, perusahaan yang mendistribusikan tidak sesuai standar untuk program Cesta Básica.
Selain itu, katanya, pemilihan produk makanan tidak sesuai kebutuhan masyarakat, serta persiapan pemerintah yang terlalu cepat dalam mengimplementasikan program tersebut.
Dia berharap, Komisi Anti Korupsi (KAK) dapat menanggapi persoalan mengenai proses implementasi program Cesta Básica dan harus melakukan investigasi mengenai masalah terkait.
Sebelumnya, Koordinator Program Cesta Básica, Fernando de Araújo mengatakan pemerintah melanjutkan program tersebut untuk melengkapi 25.000 orang yang sudah mengajukan keluhan untuk bisa menerima Cesta Básica.
Disebutkan, dari data yang terkumpul 1,454,246 orang sudah menerima Cesta Básica. Menurut data pengajuan keluhan, terdapat 25.000 orang yang sampai saat ini belum mendapatkan Cesta Básica.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




