DILI, 14 februari 2022 (TATOLI)— Ketua Asosiasi Nasional Musik Timor-Leste (ALMAMOR), Henrique do Rosario meminta Parlamen Nasional (PN) untuk segera mendiskusikan kembali Rancangan Undang-undang (RUU) tentang Hak Cipta di Timor-Leste (TL) yang sudah digagas sejak tahun 2017.
“Selama mandat ALMAMOR dan setelah saya dipilih pada 2017, memiliki tujuan utama bagaimana mendapatkan tempat dan juga RUU untuk Hak Cipta bisa disetujui PN,” ungkap Ketua ALMAMOR di Fundação Oriente melalui konferensi pers, senin ini.
Ia menjelaskan, pihaknya telah berusaha sejak 2017 hingga 2018 melalui kerjasama dengan Sekretariat Negara urusan Seni dan Budaya (SEAK) dan mendapatkan banyak referensi. Tetapi, hingga sekarang tidak direalisasikan.
Dikatakan, proses RUU yang dilakukan oleh SEAK telah menggunakan dana hampir $1 juta. Tetapi, tidak memberikan hasil apapun. Untuk itu, ALMAMOR bersama dengan para artis senior lainnya secara sukarela merancang UU Hak Cipta dan telah dikirimkan ke PN.
“Kami dipimpin Artis Senior João Minta, dan bekerjasama dengan Penasehat di PN untuk menguraikan kembali RUU dengan total 214 pasal. Kami juga telah mengirimkan kepada PN. RUU tersebut juga telah disetujui pada sesi pendebatan secara umum. Tetapi, proses diskusi per pasal pada sesi spesialisasi masih dibentikan berkaitan dengan masalah politik di dalam negeri,” jelasnya.
Dijelaskan, total pasal dari RUU Hak Cipta yang dikirimkan kepada PN tidak hanya berfokus pada pemusik. Tetapi, untuk para pelukis, penulis, pengukir dan pekerja seni kreatif lainnya yang memiliki karya sendiri dan harus dilingungi hak ciptanya.
Selain itu, Henrique bersama artis senior yang lain telah membentuk sebuah organisasi dengan nama ‘Sociedade de Autores e Artista de Timor-Leste’ untuk mengupayakan segala cara agar PN segera melanjutkan diskusi RUU tentang hak cipta.
“Pilpres sudah dekat dan kami meminta untuk Presiden Republik yang terpilih bisa memberi perhatian pada UU Hak Cipta. Kami juga sudah mendirikan sebuah organisasi dan akan bersama untuk terus meminta UU tersebut disetujui PN dan disahkan oleh Presiden Republik,” ungkapnya.
Hak Cipta berfungsi menghargai suatu karya dan mendorong pencipta karya tersebut untuk menghasilkan karya baru. Tujuan dari pelaksanaan hukum hak cipta adalah melindungi hak eksklusif, hak moral, dan ekonomi bagi pencipta karya.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




