DILI, 06 Juli 2026 (TATOLI)– Otoritas Nasional Perminyakan (ANP) menjelaskan proses panjang selama 16 tahun untuk mewujudkan pembangunan Perpustakaan Nasional Timor-Leste, sejak pembahasan awal proyek pada 2010 hingga akhirnya memasuki tahap konstruksi pada tahun 2026.
Ketua ANP, Gualdino da Silva, mengatakan proyek tersebut telah melewati berbagai tahapan dan tantangan, mulai dari persoalan penentuan lokasi, penyediaan lahan, survei geoteknik, pengembangan desain, proses pengadaan hingga dampak pandemi COVID-19.
“Proses panjang ini dimulai dari penyediaan lahan untuk proyek, pengembangan dan penyelesaian desain hingga pelaksanaan proses tender yang membawa kita hari ini menyaksikan dimulainya pembangunan yang akan menjadi Perpustakaan Nasional negara kita,” kata Gualdino dalam sambutannya pada peluncuran pembangunan Perpustakaan Nasional di Bairro Pite, Dili, Senin ini.
Ia menjelaskan proyek Perpustakaan Nasional merupakan bagian dari komitmen local content dalam Development Plan terkait Production Sharing Contract (PSC), dengan Eni JPDA 06-105 bersama mitra joint venture berkomitmen mendukung pendanaan desain, pembangunan dan penyediaan fasilitas perpustakaan tersebut.
Untuk mengelola pelaksanaan proyek, dibentuk Komite Pengarah yang terdiri dari ANP, Sekretariat Negara Seni dan Budaya (SEAC) dan Eni Timor-Leste.
Komite Pengarah dibantu Kelompok Kerja Teknis yang melibatkan perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum (MOP), ANP, SEAC dan Eni Timor-Leste.
Proses dimulai sejak 2010
Gualdino menjelaskan pembahasan mengenai Proyek Perpustakaan Nasional telah dimulai sejak 2010.
Pada pertengahan 2011, Sekretariat Negara Seni dan Budaya mengidentifikasi lokasi untuk pembangunan perpustakaan. Namun, persoalan terkait lokasi yang dipilih pada September tahun yang sama menyebabkan perkembangan proyek terhenti.
Pada Oktober 2013, ANP memberitahukan kepada Eni bahwa lokasi baru untuk pembangunan Perpustakaan Nasional di Bairro Pite telah berhasil disediakan dengan bantuan Kantor Kepresidenan Republik pada saat itu.
Lahan seluas 27.000 meter persegi kemudian dipersiapkan dan disertifikasi oleh Kementerian Kehakiman.
Pada Oktober 2014, desain konseptual mulai dikembangkan untuk menyesuaikan pembangunan dengan lokasi baru setelah dilakukan survei geoteknik yang diperlukan bagi pelaksanaan proyek.
Pengembangan desain tersebut berlangsung selama beberapa tahun dan diselesaikan pada November 2018.
Pada Desember 2018, Eni memulai proses tender Proyek Perpustakaan Nasional dengan membuka Expression of Interest kepada perusahaan lokal dan internasional.
Namun, proses tender kembali menghadapi hambatan akibat pandemi COVID-19 sehingga diperpanjang sebanyak dua kali, masing-masing pada November 2020 dan Mei 2021.
Setelah itu, proses pengadaan kembali menghadapi tantangan akibat pengunduran diri peserta tender dengan peringkat tinggi sehingga proyek tidak dapat dilanjutkan sesuai rencana awal.
Pemerintah sepakat laksanakan tender baru
Di bawah Pemerintah Konstitusional Kesembilan, Komite Pengarah menggelar pertemuan pada September 2023 untuk membahas kelanjutan pembangunan Perpustakaan Nasional.
Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan agar Eni memperbarui estimasi biaya pembangunan proyek.
Selain itu, Komite Pengarah menyepakati bahwa kebutuhan anggaran yang melebihi US$10 juta akan dialokasikan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Pemerintah Timor-Leste.
Seluruh pihak kemudian sepakat untuk melaksanakan proses tender baru.
Pada Juli 2024, Eni memulai persiapan tender dengan mengontrak PT VITA dan ARCON untuk memperbarui seluruh dokumen tender serta estimasi biaya Proyek Perpustakaan Nasional.
Dokumen yang diperlukan untuk tender diselesaikan pada September 2024 melalui konsultasi dengan Komisi Pengadaan Nasional (CNA) dan berbagai lembaga terkait yang tergabung dalam Kelompok Kerja Teknis.
Tender Proyek Perpustakaan Nasional Timor-Leste kemudian diluncurkan pada Oktober 2024 dengan menerapkan mekanisme International Competitive Bidding (ICB).
Undangan tender dibuka pada 11 Oktober dan ditutup pada 22 November 2024.
Sebanyak tujuh perusahaan dan konsorsium mengikuti proses tender, yakni PT Aulia Multi Sarana, PowerChina, GGPI-CRBE JV, CCECC Limited, China Nuclear Industry 22nd Construction (CNI22), Sinohydro Corporation dan CGCOC-ASUC JV.
Tahap evaluasi teknis diselesaikan pada 28 Februari 2025 dengan empat dari tujuh peserta dinyatakan lolos untuk melanjutkan ke tahap evaluasi komersial.
Empat peserta tersebut adalah CGCOC-ASUC JV, China Nuclear Industry 22nd Construction (CNI22), Sinohydro Corporation dan CCECC Limited.
Di bawah arahan Komite Pengarah, evaluasi komersial secara resmi dimulai pada Mei 2025.
CGCOC-ASUC JV menangkan kontrak US$11,73 juta
Berdasarkan keputusan Komite Pengarah dalam pertemuan pada 07 November 2025, ANP mengumumkan hasil tender pada 11 November 2025 dengan menetapkan CGCOC-ASUC JV sebagai pemenang.
“CGCOC-ASUC JV terpilih sebagai pemenang tender Proyek Perpustakaan Nasional dengan total nilai kontrak sebesar US$11.733.697,96,” jelas Gualdino.
ANP kemudian menandatangani kontrak pembangunan dengan CGCOC-ASUC JV pada 19 Desember 2025 yang disaksikan perwakilan lembaga terkait.
Kontraktor menerima Notice to Proceed pada 05 Januari 2026 dan segera memulai pekerjaan detailed engineering design serta berbagai kegiatan persiapan pembangunan.
Berdasarkan keterangan resmi ANP, proyek tersebut didanai melalui kontribusi local content Eni JPDA 06-105 bersama mitra joint venture, Inpex Timor Sea Ltd dan Repsol Oil & Gas Australia, serta Pemerintah Timor-Leste melalui SEAC.
ANP merupakan lembaga di bawah Kementerian Perminyakan dan Sumber Daya Mineral (MPRM) yang bertanggung jawab mengelola dan mengatur kegiatan perminyakan di Timor-Leste, termasuk mengawasi pemenuhan komitmen local content oleh operator berdasarkan kontrak bagi hasil produksi atau PSC.
Gualdino menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung dalam perjalanan panjang proyek tersebut.
Menurutnya, kontribusi berbagai pihak, mulai dari penyediaan lahan, pengembangan dan penyelesaian desain hingga pelaksanaan seluruh proses tender, telah memungkinkan pembangunan Perpustakaan Nasional akhirnya menjadi kenyataan.
“Kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung dalam proses ini, mulai dari penyediaan lahan, penyelesaian desain hingga proses tender yang membawa kita hari ini menyaksikan dimulainya pembangunan Perpustakaan Nasional,” ujarnya.
Melalui kerja sama ANP, SEAC, MOP, Badan Pembangunan Nasional (ADN), CNA, Eni JPDA 06-105 bersama mitra joint venture dan berbagai lembaga terkait, proyek tersebut akhirnya resmi memasuki tahap konstruksi pada 6 Juli 2026.
Pembangunan Perpustakaan Nasional ditargetkan selesai dalam waktu 18 bulan.
Setelah rampung, Perpustakaan Nasional diharapkan menjadi salah satu infrastruktur pendidikan dan kebudayaan nasional yang mendukung pembelajaran, penelitian, pelestarian pengetahuan dan pengembangan kebudayaan serta menjadi sumber pengetahuan bagi generasi Timor-Leste di masa depan.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




