iklan

INTERNASIONAL, HEADLINE

Para Duta Besar kenang Lú Olo sebagai Tokoh Bersejarah Timor-Leste  

Para Duta Besar kenang Lú Olo sebagai Tokoh Bersejarah Timor-Leste   

Mantan Presiden Republik Timor-Leste, Francisco Guterres “Lú Olo”. Foto TATOLI

DILI, 23 Juni 2026 (TATOLI) – Para duta besar dan perwakilan diplomatik dari berbagai negara mengenang mendiang mantan Presiden Republik Demokratik Timor-Leste, Francisco Guterres “Lú Olo”, sebagai salah satu tokoh bersejarah yang memiliki peran besar dalam perjuangan kemerdekaan dan pembangunan negara Timor-Leste.

Penghormatan tersebut disampaikan saat para diplomat menghadiri penghormatan terakhir di kediaman mendiang Lú Olo di Farol, Dili, pada Selasa ini. Dalam wawancara eksklusif dengan TATOLI, mereka menyampaikan belasungkawa mendalam sekaligus mengenang warisan perjuangan yang ditinggalkan mantan Presiden Timor-Leste itu.

Duta Besar Selandia Baru untuk Timor-Leste, Helen Tunnah, mengatakan kepergian Lú Olo merupakan kehilangan besar bagi keluarga, sahabat, kolega, dan seluruh rakyat Timor-Leste.

“Atas nama Pemerintah Selandia Baru, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga Dr. Francisco Guterres ‘Lú Olo’. Ini adalah masa yang sangat menyedihkan bagi keluarganya, tetapi juga bagi rekan-rekannya, sahabatnya, dan rakyat Timor-Leste,” katanya.

Menurut Helen Tunnah, perjalanan hidup Lú Olo mencerminkan dedikasi yang luar biasa kepada bangsa dan negara.

“Ia melayani rakyatnya sejak masa perjuangan kemerdekaan, kemudian sebagai politisi hingga menjadi Presiden Timor-Leste. Kehidupan dan kariernya adalah bentuk pengabdian dan dedikasi kepada rakyat Timor-Leste,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Perwakilan Kedutaan Besar Jepang di Timor-Leste, Yuki Sakai, menyampaikan rasa duka yang mendalam atas wafatnya mantan kepala negara tersebut.

Ia mengenang pertemuan antara Lú Olo dan Menteri Luar Negeri Jepang, Taro Kono saat kunjungan ke Timor-Leste pada tahun 2018.

“Kami sangat sedih mendengar kabar wafatnya mantan Presiden Lú Olo. Beliau adalah seorang pahlawan yang memberikan kontribusi besar bagi negara ini, terutama selama masa resistensi,” katanya.

Yuki Sakai menambahkan bahwa jasa dan pengorbanan Lú Olo akan terus dikenang oleh rakyat Timor-Leste maupun para sahabat internasional Timor-Leste.

“Kami berharap beliau beristirahat dalam damai,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Duta Besar Kamboja untuk Timor-Leste, Chun Sovannarith, yang menyebut Lú Olo sebagai salah satu figur paling berharga dalam sejarah bangsa Timor-Leste.

“Atas nama Kedutaan Besar Kerajaan Kamboja, kami menyampaikan kesedihan yang mendalam, belasungkawa, dan simpati kepada keluarga, rakyat, dan Pemerintah Timor-Leste atas wafatnya mendiang Presiden Lú Olo,” katanya.

Menurut Chin Sovannarith, warisan pengabdian yang ditinggalkan Lú Olo akan terus menjadi sumber inspirasi bagi generasi mendatang.

“Beliau adalah salah satu tokoh paling menonjol dan berharga dalam sejarah Timor-Leste. Doa kami menyertai keluarga, rakyat, dan Pemerintah Timor-Leste. Semoga beliau beristirahat dalam damai dan warisan pengabdiannya tetap menjadi inspirasi bagi perdamaian dan demokrasi,” ujarnya.

Selain Selandia Baru, Jepang, dan Kamboja, sejumlah duta besar serta perwakilan diplomatik lainnya yang bertugas di Dili juga hadir memberikan penghormatan terakhir kepada mendiang Lú Olo. Mereka berasal dari Kuba, Republik Demokratik Arab Sahrawi, Angola, Tiongkok, Australia, Thailand, Filipina, Brasil, Uni Eropa, Portugal, Korea Selatan, Singapura, India, Amerika Serikat, Vatikan, Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Vietnam.

Kehadiran para diplomat tersebut mencerminkan penghargaan masyarakat internasional terhadap sosok Lú Olo yang tidak hanya dikenal sebagai pejuang kemerdekaan, tetapi juga sebagai pemimpin yang berperan penting dalam memperkuat demokrasi, perdamaian, dan hubungan persahabatan Timor-Leste dengan berbagai negara di dunia.

Bagi banyak negara sahabat, nama Francisco Guterres “Lú Olo” akan tetap tercatat sebagai salah satu tokoh bersejarah yang mengabdikan hidupnya untuk perjuangan bangsa dan kemajuan Timor-Leste.

Reporter: Cidalia Fátima

Editor  :  Armandina Moniz 

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!