DILI, 23 Juni 2026 (TATOLI) – Ketua Parlemen Nasional Timor-Leste, Maria Fernanda Lay, menyebut mendiang mantan Presiden Republik, Francisco Guterres Lú Olo, sebagai aset berharga bangsa yang telah memberikan kontribusi besar bagi negara dan rakyat Timor-Leste.
Pernyataan tersebut disampaikan Maria Fernanda Lay usai memimpin rombongan anggota Parlemen Nasional memberikan penghormatan terakhir kepada mendiang Francisco Guterres Lú Olo di kediamannya di Farol, Dili, Selasa.
Dengan mata berkaca-kaca, Maria Fernanda Lay mengatakan bahwa kepergian Lú Olo bukan hanya menjadi kehilangan bagi keluarga, tetapi juga bagi negara, partai politik, dan seluruh masyarakat Timor-Leste.
“Saya berpikir bahwa Lú Olo bukan hanya aset bagi keluarganya, tetapi juga aset bagi negara. Ini merupakan kehilangan bagi negara, partai, dan terutama bagi keluarganya karena beliau adalah figur penting dalam keluarga,” katanya.
Ia mengatakan wafatnya Lú Olo membawa kesedihan mendalam bagi rakyat Timor-Leste. Meski demikian, ia berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan untuk menghadapi masa duka.
“Saya turut merasakan kesedihan ini, tetapi saya percaya istrinya memiliki kekuatan untuk menjaga dan membimbing anak-anak mereka. Negara juga akan terus memberikan perhatian kepada anak-anak mendiang,” ujarnya sambil menahan tangis.
Maria Fernanda Lay mengenang Lú Olo sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah perjuangan dan demokrasi Timor-Leste. Menurutnya, ketika menjabat sebagai Ketua Parlemen Nasional pada periode legislasi pertama, Lú Olo menunjukkan kepemimpinan yang kuat dan memberikan kontribusi besar dalam membangun fondasi lembaga legislatif negara.
Ia menegaskan bahwa jasa dan pengabdian Lú Olo merupakan warisan berharga yang harus terus dihargai oleh generasi penerus. Warisan tersebut, katanya, menjadi bukti dedikasi seorang pemimpin yang tetap teguh menjalankan tugasnya pada masa-masa penuh tantangan bagi bangsa.
Maria Fernanda Lay juga mengajak para anggota parlemen saat ini untuk meneladani sikap dan kepemimpinan yang ditunjukkan Lú Olo selama menjalankan tugas kenegaraan.
“Sebagai anggota parlemen, kami harus terus mengingat dan menghargai teladan yang beliau berikan. Sikap dan kepemimpinan beliau menjadi contoh yang baik bagi kami dalam menjalankan tugas sebagai wakil rakyat,” katanya.
Ia berharap sosok Lú Olo dapat terus menjadi inspirasi bagi para anggota Parlemen Nasional dalam menjaga budaya saling menghormati, memperkuat demokrasi, dan mengutamakan kepentingan rakyat.
“Saya berharap figur beliau dapat menginspirasi kami untuk terus saling menghormati di Parlemen Nasional. Saya percaya mendiang akan merasa bangga apabila kami bekerja dengan baik, menjaga demokrasi, dan terus memperjuangkan kepentingan rakyat Timor-Leste,” tuturnya.
Menurut Maria Fernanda Lay, Timor-Leste telah kehilangan salah satu aset terbesar bangsa. Namun, ia meyakini bahwa kenangan, nilai-nilai, dan pengabdian yang ditinggalkan Lú Olo akan terus hidup dalam ingatan rakyat serta menjadi inspirasi bagi generasi-generasi mendatang.
“Kita kehilangan aset besar bangsa ini, tetapi beliau meninggalkan kenangan dan warisan yang sangat berharga bagi generasi mendatang. Kita harus menjaga memori tersebut demi masa depan negara ini,” pungkasnya.
Reporter: Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




