DILI, 22 Juni 2026 (TATOLI) – Organisasi Bea Cukai Dunia atau World Customs Organization (WCO) mendampingi Timor-Leste dalam membangun sistem kepabeanan yang lebih modern melalui National Capacity Building Workshop on Authorized Economic Operator (AEO).
Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Kementerian Keuangan, Aitarak-Laran, Dili, pada 22–26 Juni 2026, didukung oleh Bea Cukai Jepang melalui WCO Customs Cooperation Fund tersebut menghadirkan para ahli AEO dari Indonesia dan Australia untuk berbagi pengalaman serta praktik terbaik dalam pengembangan program Operator Ekonomi Bersertifikat (AEO), yang menjadi salah satu standar internasional dalam modernisasi Kepabeanan.
Komisaris Otoritas Kepabeanan Timor-Leste, Joanico Pinto, mengatakan program AEO merupakan konsep yang dikembangkan WCO untuk memperkuat keamanan rantai pasok global sekaligus memfasilitasi perdagangan internasional yang sah dan efisien.
Menurutnya, program tersebut telah mengubah pendekatan administrasi kepabeanan dari sekadar pengawasan dan pengendalian perdagangan menjadi kemitraan dengan pelaku usaha yang memenuhi standar kepatuhan dan keamanan yang tinggi.
“AEO telah berkembang menjadi kerangka kerja yang diakui secara global dan menjadi bagian penting dari administrasi kepabeanan modern,” kata Joanico Pinto dalam sambutannya.
Ia menjelaskan bahwa Timor-Leste telah menunjukkan kemajuan dalam modernisasi sistem kepabeanan. Namun, pembentukan Program AEO yang komprehensif beserta kerangka operasional pendukung masih menjadi langkah penting untuk meningkatkan daya saing perdagangan dan memperkuat konektivitas regional.
Pinto menambahkan bahwa melalui ASEAN AEO Mutual Recognition Arrangement (AAMRA), negara-negara anggota ASEAN dapat saling mengakui program AEO dan operator ekonomi terpercaya. Mekanisme tersebut memungkinkan pengurangan pemeriksaan berulang, mempercepat proses kepabeanan, menurunkan biaya kepatuhan, serta memperlancar arus barang lintas batas.
“Sekarang giliran Timor-Leste untuk menjadi bagian dari inisiatif global dan regional yang penting ini,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Regional WCO untuk Pengembangan Kapasitas Asia Pasifik, Jun Tajima, mengatakan workshop tersebut menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan Timor-Leste menghadapi integrasi ekonomi regional yang semakin mendalam.
Menurut Tajima, Timor-Leste perlu meningkatkan daya saing dengan mempercepat pergerakan barang lintas batas, mengurangi biaya perdagangan, serta memperkuat perlindungan terhadap praktik penyelundupan dan perdagangan ilegal.
“AEO merupakan salah satu instrumen paling efektif untuk mencapai tujuan tersebut karena dibangun atas dasar kepercayaan antara pemerintah dan sektor swasta,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa perusahaan yang memiliki tingkat kepatuhan tinggi, keandalan finansial, dan keamanan rantai pasok yang baik dapat memperoleh berbagai manfaat, seperti prioritas pelayanan, pengurangan inspeksi, dan percepatan proses pelepasan barang.
Dalam workshop tersebut, para peserta juga akan menyusun peta jalan pengembangan Program AEO nasional yang ditargetkan mulai diterapkan melalui program percontohan pada Agustus 2026, sejalan dengan komitmen regional dan persiapan Timor-Leste menuju integrasi ekonomi ASEAN.
Di kesempatan yang sama, Kuasa Usaha dan Wakil Kepala Misi Kedutaan Besar Jepang di Timor-Leste, Yuki Sakai, menegaskan dukungan berkelanjutan Jepang terhadap upaya modernisasi kepabeanan di Timor-Leste.
Ia mengatakan penguatan administrasi kepabeanan menjadi semakin penting seiring meningkatnya perdagangan regional dan internasional serta proses aksesi Timor-Leste ke ASEAN.
“Prosedur kepabeanan yang efisien dan transparan dapat mengurangi biaya, meningkatkan prediktabilitas, serta menciptakan lingkungan yang lebih menarik bagi perdagangan dan investasi,” ujar Yuki Sakai.
Menurutnya, Jepang selama bertahun-tahun telah bekerja sama dengan Otoritas Bea Cukai Timor-Leste melalui berbagai program pelatihan yang dilaksanakan bersama WCO dan Badan Kerja Sama Internasional Jepang (JICA).
Selama lima hari digelar, peserta akan mempelajari berbagai materi terkait standar keamanan rantai pasok internasional, program kepatuhan, manajemen risiko, validasi AEO, pemantauan dan evaluasi program, hingga penyusunan cetak biru dan rencana aksi implementasi AEO di Timor-Leste.
Melalui workshop ini, Timor-Leste diharapkan mampu membangun fondasi yang kuat bagi Program AEO nasional, mempercepat modernisasi kepabeanan, meningkatkan keamanan perdagangan, serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan integrasi regional yang lebih luas
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




