DILI, 25 Mei 2026 (TATOLI) — Pemerintah Timor-Leste mulai memperkuat lima sektor utama nasional sebagai bagian dari persiapan menghadapi Keketuaan ASEAN 2029 yang dinilai sebagai agenda diplomatik terbesar dalam sejarah negara tersebut.
Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Urusan ASEAN Kementerian Luar Negeri dan Kerja Sama Timor-Leste, Milena Rangel, dalam presentasi bertajuk “Integrasaun ASEAN” pada pertemuan forum Timor-Leste Development Partners Meeting (TLDPM) 2026 yang diadakan di aula Kementerian Keuangan, Dili, Senin ini.
Dalam presentasi tersebut dijelaskan bahwa Timor-Leste akan menjadi tuan rumah bagi 11 kepala negara ASEAN, para pemimpin negara mitra dialog ASEAN, mitra pembangunan, mitra strategis, serta ratusan pertemuan regional lainnya saat memegang Keketuaan ASEAN pada 2029.
Menteri-Menteri Luar Negeri ASEAN sebelumnya telah menyetujui Timor-Leste untuk memimpin ASEAN pada 2029, sementara ASEAN Chairship National Organizing Committee (ACNOC) telah menggelar pertemuan perdananya pada 23 Februari 2026.
Untuk memperkuat persiapan nasional, pemerintah membentuk struktur tata kelola ACNOC yang dipimpin langsung Perdana Menteri Timor-Leste, Xanana Gusmão, sebagai ketua dewan yang bertanggung jawab atas arahan strategis dan pengawasan politik.
Sementara Komite Eksekutif dipimpin Menteri Luar Negeri dan Kerja Sama, Bendito dos Santos Freitas, yang bertugas melakukan manajemen operasional dan pemantauan persiapan ASEAN Chairship.
Pemerintah juga menetapkan lima sektor prioritas utama yang akan menjadi fokus persiapan nasional, yakni infrastruktur dan fasilitas, sumber daya manusia dan peningkatan kapasitas, keamanan dan ketertiban publik, komunikasi dan diplomasi, serta keuangan dan operasional. Kelima sektor tersebut akan didukung oleh 14 sub-komite operasional yang telah memiliki Terms of Reference resmi.
Dalam fase awal persiapan tahun 2026, pemerintah menargetkan penyelesaian baseline assessment terhadap lima sektor tersebut sebelum Juni 2026, termasuk penyusunan rencana aksi empat tahun ASEAN Chairship periode 2026–2030.
Seluruh 14 sub-komite operasional juga dijadwalkan menggelar pertemuan perdana sebelum akhir Maret 2026, bersamaan dengan pelaksanaan pelatihan tahap pertama bagi pejabat inti yang akan terlibat dalam penyelenggaraan ASEAN 2029.
Selain itu, pemerintah mulai mengidentifikasi kebutuhan infrastruktur penting seperti lokasi penyelenggaraan pertemuan, teknologi informasi dan komunikasi (ICT), transportasi, serta dukungan logistik lainnya yang diperlukan selama keketuaan ASEAN.
Dalam presentasinya, Milena Rangel juga mengajak para mitra pembangunan internasional untuk mendukung kesiapan Timor-Leste melalui investasi infrastruktur, penguatan kapasitas sumber daya manusia, pelatihan bahasa Inggris dan negosiasi, penguatan Sekretariat Nasional ASEAN, hingga modernisasi sektor keuangan dan ekonomi digital.
Pemerintah juga menilai penguatan konektivitas nasional seperti pelabuhan, jalan dan infrastruktur digital menjadi syarat penting bagi integrasi pasar regional ASEAN dan pencapaian ASEAN Community Vision 2045.
Dalam roadmap integrasi ASEAN 2026–2029, Timor-Leste menargetkan penguatan kapasitas Sekretariat Nasional ASEAN, implementasi reformasi ekonomi prioritas ASEAN, peningkatan diplomasi ekonomi, hingga pembangunan infrastruktur dan logistik untuk mendukung ASEAN Chairship 2029.
Pada tahun keketuaan ASEAN 2029, Timor-Leste direncanakan menjadi tuan rumah berbagai KTT ASEAN, pertemuan tingkat menteri, pejabat senior, dan kelompok kerja ASEAN, sekaligus mendorong agenda prioritas nasional seperti ekonomi biru, perubahan iklim, graduasi dari kategori Least Developed Countries (LDC), dan pertumbuhan inklusif.
Pemerintah menegaskan bahwa keanggotaan formal ASEAN sejak 26 Oktober 2025 bukan akhir dari proses integrasi, melainkan awal perjalanan panjang yang membutuhkan dukungan berkelanjutan dari seluruh mitra pembangunan.
“Investasi untuk ASEAN Chairship 2029 adalah investasi bagi kapasitas kelembagaan jangka panjang Timor-Leste,” demikian salah satu pesan utama dalam presentasi tersebut.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




