DILI, 25 Mei 2026 (TATOLI) — Pemerintah Timor-Leste menetapkan empat pilar utama sebagai dasar implementasi kebijakan ekonomi biru nasional guna mendukung pembangunan berkelanjutan dan perlindungan sumber daya laut di negara tersebut.
Kebijakan tersebut dipaparkan Koordinator Utama Unit Ekonomi Biru pada Kantor Perbatasan Darat dan Maritim (LMBO) di Kantor Perdana Menteri, Inês Araújo Gonçalves, dalam forum Timor-Leste Development Partners Meeting (TLDPM) 2026 yang berlangsung di aula Kementerian Keuangan, Senin ini.
Dalam presentasinya, Inês Araújo Gonçalves mengatakan tahap paling penting saat ini adalah implementasi kebijakan ekonomi biru di seluruh wilayah Timor-Leste dengan dukungan para mitra pembangunan internasional.
“Hari ini menjadi pertama kalinya kebijakan ekonomi biru dipresentasikan secara publik setelah disetujui pemerintah dan dipublikasikan secara resmi,” ujar Inês Araújo Gonçalves.
Ia menjelaskan Timor-Leste memiliki kekayaan sumber daya laut yang luas dan unik yang dinilai dapat menjadi fondasi utama pembangunan nasional berkelanjutan.
Berita terkait : TLDPM 2026 fokus bahas ekonomi biru dan integrasi ASEAN Timor-Leste
Menurutnya, pemerintah mengadopsi konsep ekonomi biru yang menempatkan laut sebagai pusat identitas bangsa Timor-Leste sekaligus sumber penciptaan pendapatan, kesejahteraan dan penguatan nilai sosial, budaya serta lingkungan secara adil dan berkelanjutan.
“Melindungi keseimbangan jangka panjang ekosistem laut berarti menyelamatkan lautan,” katanya.
Ia menambahkan bahwa kebijakan ekonomi biru juga mencakup mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim serta perlindungan seluruh ekosistem laut dan pesisir.
Dalam strategi implementasinya, pemerintah menetapkan empat pilar utama ekonomi biru yaitu :
- Pilar pertama adalah mengenal laut melalui riset ilmiah, pendidikan dan komunikasi strategis
- Pilar kedua berfokus pada pelestarian dan konservasi laut melalui perlindungan ekosistem maritim dan kawasan pesisir
- Pilar ketiga menitikberatkan pada pemanfaatan sumber daya laut secara berkelanjutan melalui pengembangan sektor ekonomi berbasis laut
- Pilar keempat mencakup langkah-langkah lintas sektor untuk mendukung implementasi kebijakan ekonomi biru nasional
Menurut Inês Araújo Gonçalves, ekonomi biru tidak hanya berfokus pada laut dan wilayah pesisir, tetapi mencakup seluruh ruang air mulai dari laut, sungai, danau hingga kawasan pegunungan yang terhubung dengan laut.
“Ketika berbicara tentang ekonomi biru, kita tidak hanya berpikir tentang laut dan wilayah pesisir, tetapi dari gunung hingga laut,” ujarnya.
Ia mengatakan seluruh masyarakat, termasuk komunitas di wilayah pedalaman, memiliki peran dalam mendukung implementasi ekonomi biru nasional.
Dalam sektor ekonomi, pemerintah berencana mendorong investasi di berbagai bidang seperti perikanan, pertanian, energi, produksi garam, hidrokarbon hingga sektor berbasis inovasi teknologi.
Pemerintah juga akan memperkuat sektor pariwisata biru, transportasi maritim, logistik pelabuhan, energi terbarukan, akuakultur, hingga bioteknologi laut.
Investasi tersebut, katanya, akan berjalan seiring dengan penguatan sektor swasta nasional serta peningkatan investasi asing langsung di Timor-Leste.
Selain itu, pemerintah menilai kerja sama internasional menjadi faktor penting dalam mendukung implementasi ekonomi biru, termasuk melalui kerja sama dengan ASEAN dan Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO).
Inês Araújo Gonçalves menjelaskan pemerintah juga telah menyetujui pembentukan akun satelit laut yang akan digunakan untuk mengukur kontribusi ekonomi biru terhadap pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja nasional.
Menurutnya, instrumen tersebut akan membantu pemerintah meningkatkan pengambilan keputusan, transparansi serta akuntabilitas terhadap masyarakat dan para mitra pembangunan.
Pemerintah menetapkan periode 2025–2035 sebagai tahap pertama implementasi kebijakan ekonomi biru nasional.
Ia mengakui implementasi kebijakan tersebut membutuhkan pendanaan besar, dukungan ilmu pengetahuan, tenaga ahli serta regulasi yang kuat sehingga diperlukan solidaritas dan dukungan berkelanjutan dari para mitra pembangunan.
“Tindakan terkoordinasi akan membantu kita mengatasi tantangan implementasi ekonomi biru,” katanya.
Pada akhir presentasi, Inês Araújo Gonçalves mengajak seluruh masyarakat dan mitra pembangunan untuk berpartisipasi dalam peringatan Hari Nasional Laut Timor-Leste yang akan berlangsung pada 05 – 08 Juni 2026.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




