iklan

HEADLINE, PIDATO KENEGARAAN

Empat tahun menjabat, ribuan keluarga rentan telah terima dukungan sosial dari Kepresidenan Republik

Empat tahun menjabat, ribuan keluarga rentan telah terima dukungan sosial dari Kepresidenan Republik

Presiden Republik, Jose Ramos-Horta dalam peringatan ke-24 HUT Restorasi Kemerdekaan Timor-Leste, Selasa (20/05), di Tasitolu, Dili. Foto TATOLI/Antonio Daciparu

DILI, 20 Mei 2026 (TATOLI) — Presiden Republik Timor-Leste, José Ramos-Horta, mengungkapkan bahwa selama empat tahun masa kepemimpinannya, ribuan keluarga rentan telah menerima dukungan sosial dari Kepresidenan Republik melalui berbagai program inklusi, pemberdayaan, dan solidaritas sosial.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Ramos-Horta dalam pidato peringatan ke-24 HUT Restorasi Kemerdekaan Timor-Leste, Selasa (20/05) di Tasi tolu, Dili.

Presiden Republik mengatakan lebih dari 70 persen penduduk Timor-Leste masih tinggal di daerah pedesaan dan bergantung pada pertanian subsisten untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Menurutnya, kondisi kemiskinan di pedesaan tidak hanya dapat diukur dari aspek moneter, karena banyak komunitas tetap memiliki sumber daya alam dan ternak yang menopang kehidupan mereka.

“Sejak awal masa jabatan saya, saya telah memobilisasi kemauan dan sumber daya untuk mendukung tindakan nyata kedekatan dan solidaritas melalui berbagai unit dukungan di Kepresidenan Republik,” ujar Ramos-Horta.

Ia menjelaskan, melalui program gizi “Dapur do Povo” yang diluncurkan pada 2022 dan selaras dengan Rencana Gizi Multisektoral 2024–2030, sekitar 1.230 anak setiap hari menerima dukungan makanan di wilayah Dili, Hera, dan Daerah Administrasi Khusus Oecusse Ambeno (RAEOA).

Presiden Ramos-Horta menegaskan bahwa program tersebut tidak dimaksudkan untuk menggantikan kebijakan pemerintah, tetapi menjadi kontribusi langsung dalam memerangi kekurangan gizi di masyarakat.

Di bidang aksi sosial dan perumahan, Ramos-Horta mengatakan Kepresidenan Republik telah mendukung pembangunan 39 rumah sosial serta memberikan bantuan langsung kepada 10.747 keluarga rentan dan 1.653 penyandang disabilitas.

Selain itu, sebanyak 17.425 orang juga menerima layanan melalui program Terapi Sosial “Rai Mor”.

Kepresidenan Republik juga memberikan dukungan kepada 283 panti asuhan, 90 usaha mikro, 387 kelompok budaya, 35 pelajar, dan 50 kelompok olahraga, serta membantu 129 korban bencana alam melalui dukungan yang dimobilisasi dari 16 donor.

Dalam bidang pemberdayaan perempuan, Presiden Republik menyebut sebanyak 748 perempuan telah menerima pelatihan dan peningkatan kapasitas, termasuk dukungan beasiswa studi kedokteran di Indonesia.

Selain itu, Kepresidenan juga menyalurkan 210 hibah usaha mikro dan 60 hibah tunai untuk mendukung partisipasi perempuan dalam berbagai kegiatan ekonomi dan pameran.

Menurut Ramos-Horta, berbagai program tersebut turut diperkuat dengan distribusi peralatan penting seperti gerobak jualan makanan, kompor dan perlengkapan dapur, kursi roda, kendaraan transportasi, laptop, dan perlengkapan pendidikan lainnya yang dilaksanakan melalui kerja sama dengan 10 mitra internasional dan sektor swasta.

Presiden Ramos-Horta menegaskan bahwa perjuangan melawan kemiskinan tidak hanya terbatas pada bantuan material, tetapi juga harus mencakup inklusi sosial, perlindungan, martabat, dan kesempatan yang setara bagi seluruh warga negara.

Ia juga menyoroti masih tingginya kasus kekerasan dalam rumah tangga yang terutama berdampak pada perempuan dan anak-anak.

“Tingkat kekerasan dalam rumah tangga yang tinggi tidak dapat diterima. Setiap orang berhak mendapatkan perlindungan, rasa hormat, kasih sayang, dan dukungan,” tegas Ramos-Horta.

Presiden Ramos-Horta menambahkan bahwa Kepresidenan Republik tidak bertujuan menggantikan peran pemerintah, melainkan melengkapi berbagai program sosial pemerintah dalam semangat solidaritas dan nilai-nilai kemanusiaan.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor   : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!