iklan

INTERNASIONAL, HEADLINE

UNESCO resmi tetapkan 12 kawasan geopark baru, Malaysia jadi sorotan di Asia Tenggara

UNESCO resmi tetapkan 12 kawasan geopark baru, Malaysia jadi sorotan di Asia Tenggara

Foto Lenggong Geopark

DILI, 04 Mei 2026 (TATOLI) — UNESCO (Organisasi Pendidikan, Keilmuan dan Kebudayaan PBB) resmi menetapkan 12 kawasan geopark baru di berbagai negara, sehingga total jaringan UNESCO Global Geoparks Network kini mencapai 241 lokasi yang tersebar di 51 negara.

Dalam siaran pers resmi yang diakses TATOLI, UNESCO menyebutkan bahwa penambahan geopark baru ini mencerminkan komitmen global dalam melindungi warisan geologi sekaligus mendorong pendidikan, penelitian, dan pembangunan berkelanjutan berbasis masyarakat lokal.

Direktur Jenderal UNESCO, Khaled El-Enany, menegaskan bahwa setiap formasi batuan, fosil, dan lanskap alam memiliki nilai penting bagi sejarah bumi dan umat manusia.

“Dalam sepuluh tahun terakhir, geopark global telah menunjukkan bahwa perlindungan warisan geologi juga berarti memajukan ilmu pengetahuan, memperkuat pendidikan, dan membangun ketahanan masyarakat lokal,” ujarnya.

Malaysia Jadi Sorotan di Asia Tenggara

Dari 12 geopark yang baru ditetapkan, Malaysia menjadi salah satu negara yang mendapat perhatian di kawasan Asia Tenggara dengan dua lokasi sekaligus, yakni Lenggong UNESCO Global Geopark dan Sarawak Delta UNESCO Global Geopark.

Lenggong dikenal sebagai kawasan dengan kekayaan geologi dan arkeologi, termasuk jejak aktivitas vulkanik purba dan situs warisan manusia prasejarah. Kawasan ini juga memiliki ekosistem hutan tropis yang kaya dengan keanekaragaman hayati serta komunitas masyarakat adat yang mempertahankan tradisi lokal.

Sementara itu, Sarawak Delta UNESCO Global Geopark menampilkan sejarah geologi yang panjang lebih dari 200 juta tahun, termasuk proses pembentukan daratan Borneo. Kawasan ini juga menjadi pusat budaya dan ekonomi dengan keberagaman etnis serta perkembangan ekowisata yang pesat.

Selain Malaysia, geopark baru juga ditetapkan di beberapa negara lain, termasuk China, Perancis, Yunani, Irlandia, Jepang, Portugal, Rusia, Tunisia, dan Uruguay. Penetapan ini dilakukan setelah evaluasi oleh Dewan Geopark Global yang terdiri dari para ahli internasional.

Berikut 12 geopark UNESCO baru untuk tahun 2026 yaitu :

  1. Changshan UNESCO Global Geopark, China
  1.  Siguniang UNESCO Global Geopark, China
  1. Terres d’Hérault UNESCO Global Geopark, Perancis
  1. Nisyros UNESCO Global Geopark, Yunani
  1. Joyce Country and Western Lakes Global Geopark, Irlandia
  1. Miné-Akiyoshidai Karst Plateau UNESCO Global Geopark, Jepang
  1. Lenggong UNESCO Global Geopark, Malaysia
  1. Sarawak Delta UNESCO Global Geopark, Malaysia
  1. Algarvensis UNESCO Global Geopark, Portugal
  1. Toratau UNESCO Global Geopark, Rusia
  1. Dahar UNESCO Global Geopark, Tunisia
  1. Manantiales Serranos UNESCO Global Geopark, Uruguay

Program UNESCO Global Geopark sendiri diluncurkan pada 2015 dengan tujuan mengintegrasikan konservasi lingkungan, edukasi, dan pembangunan ekonomi lokal melalui pendekatan berkelanjutan.

Saat ini, jaringan geopark global mencakup area lebih dari 882.000 kilometer persegi, setara dengan luas negara Venezuela—yang menunjukkan skala besar upaya internasional dalam menjaga warisan bumi. 

Dorong Partisipasi Negara Berkembang

UNESCO juga terus mendorong partisipasi negara-negara berkembang, termasuk di Afrika, negara Arab, dan negara kepulauan kecil, melalui pelatihan teknis, konsultasi, serta pendampingan dalam proses pengajuan geopark.

Melalui langkah ini, UNESCO berharap geopark tidak hanya menjadi pusat konservasi, tetapi juga motor penggerak ekonomi lokal, pelestarian budaya, serta peningkatan kesadaran global terhadap pentingnya menjaga bumi.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor    : Armandina Moniz

 

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!