iklan

INTERNASIONAL, HEADLINE

Paus kenang jurnalis korban perang dan kekerasan pada Hari Kebebasan Pers Sedunia

Paus kenang jurnalis korban perang dan kekerasan pada Hari Kebebasan Pers Sedunia

Paus Leo XIV. Foto Media CNA

DILI, 04 Mei 2026 (TATOLI) — Paus Leo XIV mengenang para jurnalis yang kehilangan nyawa akibat perang dan kekerasan, bertepatan dengan peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia yang jatuh setiap tanggal 03 Mei.

Dalam pernyataannya usai doa Regina Caeli di Lapangan Santo Petrus, Paus menegaskan bahwa kebebasan pers masih sering dilanggar di berbagai belahan dunia, baik secara terang-terangan maupun melalui cara yang lebih tersembunyi.

“Marilah kita mengenang banyak jurnalis dan reporter yang telah menjadi korban perang dan kekerasan,” ujar Paus Leo XIV dikutip dari Vatican News.

Ia mengajak umat untuk mendoakan mereka yang gugur dalam menjalankan tugas jurnalistik.

Paus juga menekankan bahwa Hari Kebebasan Pers Sedunia yang dipromosikan oleh UNESCO merupakan momentum penting untuk menegaskan kembali peran kebebasan pers dalam mendukung perdamaian, pembangunan berkelanjutan, serta perlindungan hak asasi manusia.

Menurut UNESCO, akses terhadap informasi yang dapat dipercaya, akuntabilitas, serta dialog yang terbuka merupakan faktor penting dalam membangun kepercayaan publik dan stabilitas global.

Namun, laporan tren terbaru menunjukkan bahwa kebebasan pers mengalami penurunan signifikan dalam beberapa tahun terakhir, bahkan dibandingkan dengan periode paling tidak stabil dalam sejarah modern.

Selain itu, Paus mengingatkan bahwa manipulasi informasi, termasuk penggunaan teknologi seperti kecerdasan buatan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, turut menjadi ancaman serius terhadap kepercayaan publik dan keamanan nasional.

Peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia tahun ini juga menjadi ajang untuk menghormati para jurnalis yang gugur dalam menjalankan tugas, sekaligus memperkuat komitmen global dalam melindungi independensi media di tengah meningkatnya tantangan terhadap kebebasan berekspresi.

Melansir situs UNESCO, bahwa Hari Kebebasan Pers Sedunia atau World Press Freedom Day (WPFD) diperingati pada tanggal 3 Mei. Peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia digelar sebagai pengingat bagi pemerintah akan perlunya menghormati komitmen mereka terhadap kebebasan pers dan juga merupakan hari refleksi di kalangan profesional media tentang isu-isu kebebasan pers dan etika profesional.

Hari Kebebasan Pers Sedunia 2026 ini mengangkat tema “Shaping a Future at Peace”. Berdasarkan tren global yang diidentifikasi oleh laporan UNESCO, Hari Kebebasan Pers Sedunia 2026 dalam laporan UNESCO akan berfokus pada tiga pilar yang saling terkait yang membahas risiko struktural dan solusi yang berorientasi ke masa depan. Tiga pilar tersebut adalah :

  1. Kebebasan Pers, Perdamaian, Keamanan, dan Pembangunan Ekonomi
  2. Transformasi Digital, Kecerdasan Buatan, dan Integritas Informasi
  3. Keberlangsungan, Pluralisme, dan Inklusi Media

Reporter : Cidalia Fátima

Editor     : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!