iklan

SOSIAL INKLUSIF

APFTL adakan Debat Publik tentang Perubahan Iklim di Timor-Leste

APFTL adakan Debat Publik tentang Perubahan Iklim di Timor-Leste

Pembukaan resmi kompetisi debat publik yang digelar oleh Alumni Parlemen Pemuda Timor-Leste (APFTL) bersama Oxfam Timor-Leste. Foto TATOLI/Antonio Daciparu

DILI, 23 Februari 2026 (TATOLI) – Alumni Parlemen Pemuda Timor-Leste (APFTL) bersama Oxfam Timor-Leste mengadakan kompetisi debat publik dengan tema “Keadilan Iklim dan Pembiayaan Iklim : Memberdayakan Perempuan dan Pemuda untuk Ketahanan Timor-Leste”.

Ketua APFTL, Bemvinda Gusmão Alves, mengatakan debat publik ini bertujuan untuk mempromosikan partisipasi warga negara kaum muda, khususnya mahasiswa, agar dapat berbagi ide dan solusi kritis mereka terhadap perubahan iklim yang sedang terjadi.

Ia mengatakan partisipasi mahasiswa dalam debat ini penting karena mereka tidak hanya mempelajari teori di sekolah, tetapi juga dapat berbagi gagasan tentang bagaimana menyelesaikan masalah perubahan iklim.

“Kami ingin memberi ruang kepada kaum muda agar mereka dapat mengekspresikan ide-ide mereka, baik yang mendukung maupun yang menentang. Mereka juga dapat menyampaikan pendapat kepada Pemerintah terkait isu-isu perubahan iklim,” kata Bemvinda Alves, Senin ini.

Kompetisi debat publik ini melibatkan seluruh universitas di Timor-Leste dan diikuti oleh enam kelompok yang memperdebatkan topik yang telah ditetapkan selama dua hari, yakni 23 hingga 24 Februari 2026.

Pada hari pertama, kelompok-kelompok tersebut berdebat dengan posisi pro dan kontra terhadap tema “Keadilan Iklim dan Pembiayaan Iklim: Memberdayakan Perempuan dan Pemuda untuk Ketahanan Timor-Leste”. Sementara, itu pada hari kedua, hadiah uang diberikan kepada para pemenang, sementara peserta lainnya menerima sertifikat penghargaan.

“Ini bukan sekadar hadiah yang kami bayarkan kepada mereka, tetapi bentuk dorongan agar mereka berkontribusi dalam isu perubahan iklim. Juara pertama akan mendapatkan hadiah US$600, juara kedua US$400, dan juara ketiga US$200. Anggaran untuk melaksanakan kegiatan ini berasal dari Oxfam,” katanya.

APFTL telah bekerja sama dengan Oxfam sejak 2023 dan telah memperoleh dukungan anggaran terkait program iklim lebih dari US$90.000.

“Pekerjaan yang telah kami lakukan berkaitan dengan perubahan iklim. Saat ini kami fokus pada adaptasi, karena kontribusi mitigasi yang dapat kami lakukan masih kecil. Namun, kami tetap berupaya melalui kegiatan seperti pembersihan, reboisasi, dan lain-lain,” katanya.

Sementara itu, Peserta Cedelízio Virdes Moniz dari UNITAL (Universidade Oriental Timor Lorosa’e) mengatakan debat publik antar universitas penting karena membahas isu perubahan iklim yang bersifat universal dan menjadi tanggung jawab seluruh umat manusia.

“Tujuan partisipasi kami bukan hanya untuk mengikuti kompetisi, tetapi yang terpenting adalah memperdalam pengetahuan tentang perubahan iklim. Selain itu, kegiatan ini juga membantu menyebarluaskan informasi kepada masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan bahwa berdasarkan pengamatan sehari-hari, masyarakat telah menghadapi dampak perubahan iklim. Di planet ini terdapat tiga komponen penting, yaitu manusia, tumbuhan, dan hewan, yang semuanya terdampak.

Menurutnya, dari tema umum tersebut muncul berbagai isu turunan, termasuk keadilan iklim, kontribusi terhadap perubahan iklim, serta dampak perubahan iklim. Ia juga menyinggung bahwa sejak revolusi industri, kelompok yang paling rentan terhadap dampak perubahan iklim adalah perempuan dan anak-anak.

“Debat ini sangat relevan dan dapat mendorong pihak-pihak terkait, seperti Pemerintah dan masyarakat sipil, untuk mengambil tindakan. Seperti tadi malam, hujan deras selama tiga jam menyebabkan banjir besar di beberapa tempat. Air masuk ke kamar dan dapur warga sehingga mereka tidak bisa beristirahat dengan baik,” katanya.

Kompetisi debat publik ini dihadiri oleh mahasiswa dari berbagai universitas seperti UNTL (Universidade Nacional Timor Lorosa’e), UNPAZ (Universidade da Paz), UNITAL (Universidade Oriental Timor Lorosa’e), UNDIL (Universidade de Dili), UCT (Universidade Católica Timor), dan universitas lainnya.

Reporter : Arminda Fonseca (Penerjemah: Cidalia Fátima)

Editor    :  Armandina Moniz

 

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!