DILI, 23 Januari 2026 (TATOLI) – Presiden Republik Timor-Leste, Jose Ramos-Horta mendukung Perjanjian Global Plastik (Global Plastic Treaty) dan inovasi hijau saat berbicara disela-sela acara sampingan tingkat tinggi selama Forum Ekonomi Dunia (WEF), di Davos, Swiss.
Berbicara dalam acara itu pada Kamis (22/01), Presiden Ramos-Horta membagikan visi berani Timor-Leste untuk menjadi negara yang “bebas plastik” dan “bebas karbon”.
Dalam laman resmi Kepresidenan Republik yang dikutip TATOLI, Presiden Ramos-Horta menyoroti status negara sebagai titik panas keanekaragaman hayati global, dan mencatat bahwa Timor-Leste memiliki kekayaan hayati laut terkaya di dunia, dengan hampir 600 spesies ikan, serta berfungsi sebagai tempat perlindungan vital bagi paus biru dan lumba-lumba.
Kepala Negara menggarisbawahi bahwa perlindungan terhadap surga bawah laut ini bukan sekadar prioritas nasional, melainkan kebutuhan moral bagi komunitas internasional.
Saat membahas kebutuhan mendesak akan Perjanjian Plastik Global, Presiden Ramos-Horta menggambarkan polusi plastik sebagai kegagalan sistemik di mana negara-negara berkembang dibebani secara tidak adil.
“Tragedi dari semua ini adalah kita harus membayar untuk plastik berbahaya yang harus kita beli karena kita membutuhkan semua barang tersebut,” ujar Presiden Ramos-Horta, seraya menyerukan perjanjian yang mengikat dan pajak bagi produsen plastik.
Presiden Ramos-Horta juga menekankan bahwa sebagian besar sampah di pesisir Timor tidak dihasilkan secara lokal, melainkan dibuang ke Samudra Hindia oleh kapal-kapal internasional atau terbawa arus dari wilayah tetangga, sehingga memerlukan solusi global.
Beralih ke solusi yang telah terbukti, Presiden Ramos-Horta memaparkan keberhasilan program agroforestri “With One Seed” yang telah menanam 800.000 pohon bersertifikat dan membayar jutaan dolar kredit karbon langsung kepada keluarga lokal. Presiden Republuk menekankan bahwa model restorasi ekologi Timor-Leste berhasil memadukan perlindungan lingkungan dengan ketahanan pangan dan pertumbuhan inklusif.
Presiden Ramos-Horta menutup pidatonya dengan seruan solidaritas global, mengundang mitra internasional untuk memberikan pendanaan dan keahlian teknis guna membantu Timor-Leste memperluas model regeneratif ini ke seluruh kotamadya.
Perjanjian Global Plastik (Global Plastic Treaty) adalah perjanjian internasional yang sedang dinegosiasikan di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengakhiri polusi plastik dengan kerangka hukum yang mengikat secara global, mencakup seluruh siklus hidup plastik—mulai dari desain, produksi, konsumsi, hingga pengelolaan limbahnya, dengan tujuan utama membatasi produksi plastik dan membangun ekonomi sirkular yang bersih dari plastik.
TATOLI




