DILI, 24 September 2025 (TATOLI) – Perdana Menteri Malaysia, Dato’ Seri Anwar Ibrahim, menegaskan bahwa jika Timor-Leste terus memegang teguh prinsip dan nilai-nilai dalam pemerintahan, negara ini berpeluang menjadi penentu moral di kawasan ASEAN.
Hal ini disampaikannya dalam Kuliah Presidensial bertajuk “Politik dan Pemerintahan: Berbagi Pengalaman dan Kebijaksanaan” yang digelar di Istana Kepresidenan, Rabu (24/09).
“Jika Timor-Leste terus memegang teguh prinsip dan nilai-nilai dalam pemerintahan, tidak ada alasan negara ini tidak dapat menjadi penentu moral ASEAN,” ucap PM Malaysia.
Dalam kesempatan tersebut, PM Anwar menekankan bahwa meski ASEAN telah bertahan dan berkembang selama hampir enam dekade, persatuan, kohesi, dan sentralitas kawasan tidak datang begitu saja, melainkan harus diperoleh, diperbarui, dan diperkuat secara konsisten.
Ia menekankan pentingnya ketangguhan, perdamaian, dan prinsip sentralitas ASEAN dalam menghadapi tantangan geopolitik, ketimpangan ekonomi, serta kejahatan transnasional.
“Rakyat Timor-Leste tidak perlu diberi pelajaran tentang penindasan, penjara, penganiayaan, atau kekerasan, karena kalian telah mengalaminya. Namun, kalian bangkit lebih kuat, lebih tangguh, dan lebih teguh,” ujar PM Anwar.
Ia menambahkan bahwa beberapa negara, meski lebih maju secara ekonomi, sering menunjukkan kemunduran secara moral, sementara Timor-Leste menampilkan keberanian menentang ketidakadilan.
“Kalian menunjukkan keberanian dan keyakinan moral menentang kekejaman dan ketidakadilan,” ucapnya.
PM Anwar juga menegaskan dukungannya terhadap aksesi Timor-Leste sebagai anggota ke-11 ASEAN. Ia menyatakan bahwa status negara baru atau relatif muda tidak mengurangi nilai kontribusi yang dapat diberikan Timor-Leste bagi kolektif ASEAN.
“Saya pertama kali mendengar sikap tegas Timor-Leste di Jakarta, meskipun anggota baru, tetap berprinsip dan konsisten. Terima kasih, Bapak Presiden dan Perdana Menteri, atas konsistensi dalam menyuarakan hal ini. Tetaplah demikian, terutama sebagai anggota ke-11 ASEAN,” kata PM Anwar.
Menurutnya, kesuksesan dalam mengatasi tantangan dan mendorong batas keberhasilan ketika bertindak bersama. Namun jika saling bersaing atau mengecualikan pihak tertentu dari kerja sama dan kemajuan, masalah akan terus muncul.
“Ketika ditanya mengapa saya bersikeras agar Timor-Leste menjadi anggota penuh ASEAN secepatnya, jawaban saya sederhana : apakah sebuah negara baru merdeka atau relatif muda, tidaklah relevan. Negara tersebut adalah bagian dari kawasan kita, memiliki pengalaman berharga, dan akan memberikan kontribusi besar bagi upaya kolektif memperkuat ASEAN,” ungkapnya.
Perdana Menteri Malaysia itu juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota parlemen, pemerintah, dan oposisi Timor-Leste atas kerja keras mereka dalam memastikan proses aksesi berjalan lancar dan damai.
Menurutnya, kesepakatan yang dicapai menunjukkan kematangan politik dan komitmen Timor-Leste dalam memperkuat integrasi regional.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




