DILI, 16 September 2025 (TATOLI) – Pada Forum Industri Pendidikan dan Pelatihan Teknik dan Kejuruan (TVET), Ketua Aliansi Pendidikan, Pelatihan, dan Promosi Lancang-Mekong (LCETPA), Alan Yang, mengajukan tiga proposal spesifik untuk memperkuat kerja sama masa depan di Timor-Leste.
“Berdasarkan tujuan kami dan pengalaman praktis, serta mempertimbangkan karakteristik pembangunan Timor-Leste dan kawasan sekitarnya, saya mengusulkan tiga proposal spesifik untuk kerja sama ke depan,” ujar Alan dalam presentasi pada acara Pekan Keterampilan Internasional ke – II di Pusat Konvensi Dili (CCD), Selasa ini.
Menurutnya, proposal pertama adalah pembangunan bersama komunitas standar keterampilan pendidikan industri di Asia Tenggara.
Aliansi tersebut akan bekerja sama dengan Siemens Voltec, Otoritas Pendidikan Timor-Leste, Institut Nasional untuk Pengembangan Tenaga Kerja (INDIMO), Kamar Dagang dan Industri Timor-Leste (CCI-TL), serta sejumlah sekolah bisnis dan lembaga pendidikan di Asia, termasuk Malaysia, Thailand, Indonesia, Brunei, dan Australia.
Kedua, kerja sama melalui Program Pertukaran Guru tahunan yang menghadirkan pakar teknis dari perusahaan-perusahaan Asia Tenggara untuk berperan sebagai inovator industri.
Selain itu, China juga akan mengirimkan guru dan staf pendidikan vokasi Timor-Leste ke negaranya untuk mengikuti pelatihan praktis.
“Sebagai contoh, sebelumnya kami telah membantu Sekolah Kejuruan Tongkin dengan memberikan bimbingan pedagogis terkait pembangunan pedesaan,” jelasnya.
Alan Yang menambahkan, pihaknya akan menyediakan beasiswa bagi 100 siswa berbakat Timor-Leste untuk belajar di China dalam kurun tiga tahun mendatang. Para penerima beasiswa ini akan menuntaskan 33 standar pekerjaan yang sesuai dengan kebutuhan industri lokal.
Sementara itu, proposal ketiga adalah peluncuran proyek percontohan berbasis inisiatif kecil yang dinilai dapat mendorong pembangunan signifikan dan berkelanjutan.
Menanggapi hal itu, Wakil Menteri Perdagangan, Augusto Júnior Trindade, menyampaikan optimismenya terhadap masa depan pemuda Timor-Leste.
“Usaha kecil dan menengah kami akan menjadi mesin penggerak ekonomi yang beragam dan tangguh, serta menempatkan Timor-Leste sejajar dengan negara-negara lain,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa pendidikan dan pelatihan vokasi bukan hanya alat untuk meningkatkan kualifikasi, tetapi juga strategi penting dalam pembangunan ekonomi dan sosial nasional.
“Melalui ini, kami memberdayakan generasi muda dengan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan nyata pasar tenaga kerja, sehingga mereka siap menjadi wirausahawan yang memimpin, berinovasi, dan bersaing di dunia global,” tambahnya.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




