DILI, 12 September 2025 (TATOLI)–Pemerintah Timor-Leste melalui Rapat Luar Biasa Dewan Menteri, Jumat ini, menyampaikan solidaritas mendalam kepada masyarakat, Pemerintah Republik Indonesia, serta otoritas Provinsi Bali, menyusul bencana banjir yang melanda wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.
Hujan deras yang mengguyur Bali mengakibatkan sungai meluap dan tanah longsor, menelan korban jiwa. Beberapa orang masih dilaporkan hilang, sementara ratusan warga lainnya terpaksa mengungsi.
Selain itu, bencana tersebut menimbulkan kerusakan parah pada rumah penduduk, jalan, jembatan, dan berbagai infrastruktur penting. Aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk kawasan wisata utama Bali, juga mengalami gangguan signifikan.
Diselang rapat, Dewan Menteri menyetujui rancangan Resolusi Pemerintah yang disampaikan oleh Perdana Menteri, Kay Rala Xanana Gusmão tentang bantuan kepada Provinsi Bali pasca banjir di wilayah tersebut.
“Sumbangan sebesar US$2 juta kepada Provinsi Bali, yang dimaksudkan untuk mendukung upaya bantuan kemanusiaan dan pemulihan penduduk yang terdampak,” demikian pernyataan resmi Eksekutif usai Rapat Luar Biasa Dewan Menteri, di Istana Pemerintah.
Berita terkait : Donor serukan aksi kolektif : Restorasi Mangrove Timor-Leste butuh kepemimpinan lokal
Dikutip dari ANATARANews (12/09), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah korban tewas akibat banjir di Bali bertambah menjadi 16 orang terdiri dari Kota Denpasar : 10 orang, Kabupaten Jembrana : 2 orang, Kabupaten Gianyar : 3 orang dan Kabupaten Badung : 1 orang.
Selain itu, tercatat banjir lebih dari 120 titik dengan distribusi titik banjir terbesar ada di Kota Denpasar (81 titik), disusul Kabupaten Gianyar, Badung, Tabanan, Karangasem, Jembrana, dan Klungkung.
Jumlah pengungsi tercatat sekitar 562 orang, 327 diantaranranya merupakan orang di Kabupaten Jembrana dan 235 orang di Kota Denpasar akibat dari hujan deras yang berlangsung lebih dari 24 jam sejak 9 September, diperparah oleh kondisi meteorologi lokal.
Infrastruktur drainase yang tidak memadai serta alih fungsi lahan yang mengurangi ruang resapan air ikut memperburuk dampak banjir, bahkan sejumlah jalan dan jembatan mengalami kerusakan parah, dengan 474 kios dan ruko di Pasar Badung rusak akibat banjir.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Julia Chatarina




