iklan

KESEHATAN, HEADLINE

Cakupan vaksinasi COVID-19 rendah, WHO soroti kesenjangan global

Cakupan vaksinasi COVID-19 rendah, WHO soroti kesenjangan global

Foto AFP

DILI, 03 Juni 2025 (TATOLI)— Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa cakupan vaksinasi COVID-19 di seluruh dunia, khususnya di kalangan kelompok berisiko tinggi, masih jauh dari cukup. Laporan global terbaru yang mencakup periode 01 Januari hingga 30 September 2024 menunjukkan bahwa tingkat penerimaan vaksin tetap rendah, dengan kesenjangan yang mencolok antarwilayah dan antarnegara berdasarkan tingkat pendapatan.

Menurut data dari 75 Negara Anggota, hanya 1,68% orang dewasa lanjut usia yang menerima dosis vaksin COVID-19 sepanjang tahun 2024 hingga akhir September. Angka ini lebih rendah lagi pada kalangan petugas kesehatan dan perawatan, dengan hanya 0,96% yang menerima vaksin berdasarkan laporan dari 54 negara.

“WHO memperkirakan bahwa sekitar 39,2 juta orang di 90 negara, yang mencakup 31% populasi global, telah menerima vaksin COVID-19 pada 2024, termasuk 14,8 juta di kuartal ketiga. Namun, sebagian besar vaksinasi ini terjadi di negara-negara berpenghasilan tinggi dan di kawasan Eropa serta Amerika,” sebut laporan WHO yang diakses TATOLI, selasa ini.

Kesenjangan Berdasarkan Wilayah dan Pendapatan

Wilayah Eropa mencatat cakupan vaksinasi tertinggi bagi kelompok lanjut usia, mencapai 5,1%, disusul Kawasan Amerika dengan 3,6%. Sebaliknya, kawasan lain, seperti Afrika, Asia Tenggara, dan Mediterania Timur masih melaporkan cakupan kurang dari 0,5%.

Berita terkait : Lonjakan COVID-19 Varian baru secara global, Thailand – Maladewa – India alami peningkatan

Ketimpangan juga terjadi antara kelompok negara berdasarkan tingkat pendapatan. Negara berpenghasilan tinggi (HIC) mencatat cakupan vaksinasi sebesar 4,3%, dan negara berpenghasilan menengah ke atas (UMIC) mencatat 1,2%. Sebaliknya, negara berpenghasilan rendah (LIC) dan menengah ke bawah (LMIC) melaporkan cakupan kurang dari 0,5%, bahkan dalam beberapa kasus hanya 0,1%.

Pola yang sama terlihat di kalangan pekerja kesehatan dan perawatan. Kawasan Amerika mencatat cakupan 2,8%, sementara di kawasan lain, cakupan tidak mencapai 0,5%. Di antara negara berdasarkan pendapatan, UMIC mencatat cakupan 2,1%, LIC hanya 0,3%, dan LMIC berada di angka 0,1%.

WHO menyebutkan bahwa data vaksinasi lengkap untuk tahun 2024 masih dikumpulkan dan dijadwalkan akan dirilis pada pertengahan Juli 2025.

Rekomendasi WHO dan Efektivitas Vaksin

Meskipun cakupan vaksinasi rendah, WHO menegaskan bahwa vaksin COVID-19 yang telah disetujui tetap memberikan perlindungan kuat terhadap gejala parah dan kematian akibat infeksi. Kelompok Penasihat Teknis WHO tentang Komposisi Vaksin COVID-19 (TAG-CO-VAC) terus memantau evolusi virus dan efektivitas vaksin yang beredar.

Pada Mei 2025, TAG-CO-VAC menyarankan penggunaan vaksin monovalen yang menargetkan varian JN.1 atau KP.2 sebagai pilihan utama. Vaksin yang menargetkan varian LP.8.1 juga dinilai dapat digunakan sebagai alternatif yang sesuai.

WHO menekankan bahwa vaksinasi tidak boleh ditunda, bahkan jika vaksin yang mengandung varian terbaru belum tersedia secara luas. “Manfaat terbesar saat ini adalah memastikan bahwa individu dengan risiko tinggi tetap menerima vaksin apa pun yang tersedia, dibandingkan menunggu jenis vaksin yang lebih baru,” ujar WHO dalam pernyataannya.

Imbauan untuk Negara-Negara Anggota

Dengan meningkatnya aktivitas COVID-19 secara global dan kemunculan varian baru, WHO kembali mengimbau seluruh Negara Anggota untuk memperkuat kampanye vaksinasi, khususnya kepada kelompok rentan seperti lansia dan tenaga kesehatan. Ketimpangan akses dan rendahnya cakupan vaksinasi di banyak wilayah menjadi perhatian utama yang harus segera diatasi untuk mencegah lonjakan kasus dan beban tambahan pada sistem kesehatan.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor     : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!