DILI, 02 Juni 2024 (TATOLI)– Kementerian Perdagangan dan Urusan Ekonomi (MCAE) bersama dengan Sekretaris Organisasi Perdagangan Dunia (OPD), dan Pusat Perdagangan Internasional (ITC) menyelenggarakan lokakarya nasional bahas Perjanjian GPA (Agreement on Government Procurement) atau Perjanjian Pengadaan Pemerintah untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan.
Lokakarya nasional tersebut digelar akan berlangsung selama empat hari terhitung tanggal 02 – 05 Juni 2025 di Pusat Konvensi Dili (CCD). Lokakarya tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Timor-Leste untuk terlibat dalam sistem perdagangan multilateral Timor-Leste untuk aksesi Perjanjian WTO tentang GPA 2012.
“Seminar ini difokuskan pada simulasi negosiasi akses pasar untuk menyediakan partisipasi dan pengalaman praktis guna mendukung negosiasi aksesi Timor-Leste di masa mendatang. Seminar ini akan berlangsung secara adil, terbuka, dan berdasarkan aturan untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan,” kata Koordinator Umum tim teknis Organisasi Perdagangan Dunia, Jorge Martins.
Ia menjelaskan bahwa, setelah Timor-Leste menjadi anggota WTO, ada perjanjian multilateral yang termasuk dalam perjanjian GPA tentang sistem pengadaan. Karena, Timor-Leste memiliki Kementerian Keuangan dan Komisi Pengadaan Nasional, tetapi negara-negara anggota WTO lainnya terus mempertanyakan hal tersebut.
“Dunia masih belum percaya pada aksesi dana WTO karena belum ada tata kelola yang baik. Oleh karena itu, Pemerintah berupaya untuk memperbaikinya agar dapat menjadi anggota GPA,” tuturnya.
Dikatakan, lokakarya ini bertujuan untuk memperkenalkan sistem pasokan Timor-Leste kepada dunia dan meningkatkan kapasitas warga Timor-Leste di dunia melalui pegawai di setiap kementerian. Dengan demikian, pengetahuan akan menang untuk memiliki pasokan global dengan transparan dan keadilan.
Pada saat yang sama, Kepala Delegasi Uni Eropa (UE) di Timor-Leste, Lotam Lerer, mengatakan bahwa aksesi ke WTO dan masa depan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) membutuhkan kapasitas negara dalam sistem global dan regional. Kemajuan ini menunjukkan tidak hanya kemauan politik, tetapi juga tekad untuk meraih peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi, perluasan perdagangan, dan kerja sama.
“Sangat penting bahwa proses-proses ini dikelola secara strategis dan inklusif, untuk memastikan bahwa Timor-Leste memaksimalkan manfaat dari kedua aksesi tersebut,” tuturnya.
Menurutnya, UE telah mendukung Timor-Leste dan baru-baru ini melaksanakan proyek Kemitraan untuk Manajemen Keuangan Publik dan Transisi Digital di Timor-Leste (PADIT-TL) yang bekerja sama dengan Kementerian Keuangan. Sementara itu, lokakarya empat hari tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Timor-Leste untuk terlibat dalam sistem perdagangan multilateral Timor-Leste guna mencapai kesepakatan dengan Perjanjian OPD tentang GPA 2012.
Perjanjian GPA 2012 tentang praktik pasar untuk mendukung partisipasi dan pengalaman dalam negosiasi mengenai aksesi Timor-Leste di masa mendatang.
Untuk diketahui, Perjanjian Pengadaan Pemerintah (GPA) merupakan perjanjian plurilateral WTO yang menetapkan aturan pengadaan barang, jasa, dan pekerjaan konstruksi oleh pemerintah di antara para anggotanya. Perjanjian ini bertujuan untuk membuka pasar pengadaan pemerintah bagi persaingan internasional dan mendorong transparansi serta praktik yang adil.
Reporter : Mirandolina Barros Soares
Editor : Armandina Moniz




