DILI, 28 Mei 2025 (TATOLI)– Pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Timor-Leste mengambil langkah tegas dengan memutuskan akan mendeportasi warga negara Filipina, Arnolfo Teves Jr yang tengah menghadapi berbagai dakwaan pidana berat di negaranya.
“Dalam konteks ini, Pemerintah menginformasikan bahwa warga negara Arnolfo Teves Jr. akan dideportasi dari Timor-Leste berdasarkan keputusan administratif Kementerian Dalam Negeri. Karena ia (Arnolfo) berada di negara ini tanpa visa yang sah, tanpa izin tinggal yang sah, dan paspornya telah dibatalkan oleh Pemerintah Filipina. Keputusan ini yang berlaku segera, didasarkan pada undang-undang nasional tentang migrasi dan suaka, serta didasarkan pada risiko yang ditimbulkan oleh tinggalnya warga negara itu terhadap ketertiban umum dan keamanan nasional,” demikian bunyi dari siaran pers dari Kabinet Dewan Menteri yang diakses Tatoli, rabu ini.
Berita terkait : Arnolfo Teves segera dipulangkan, Filipina apresiasi keputusan Timor-Leste
Dalam siaran pers itu dikatakan bahwa Pemerintah Timor-Leste menganggap bahwa keberadaan warga negara Filipina, Arnolfo Teves Jr., di wilayah nasionalnya, yang diduga melakukan sejumlah kejahatan serius dan secara resmi didakwa oleh otoritas peradilan Republik Filipina – negara anggota ASEAN (Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara) merupakan situasi yang serius dan tidak dapat diterima.
Dalam siaran pers itu dijelaskan bahwa, tinggalnya (Arnolfo) yang berkepanjangan di Timor-Leste, yang berlangsung lebih dari dua tahun, merupakan faktor yang mengganggu dalam hubungan bilateral antara kedua Negara dan menciptakan preseden serius dengan implikasi potensial bagi keamanan dalam negeri. Anggapan bahwa Timor-Leste dapat dilihat sebagai tempat perlindungan bagi individu yang melarikan diri dari keadilan internasional membahayakan integritas perbatasan dan upaya bersama untuk memerangi kejahatan transnasional.
Keanggotaan penuh Timor-Leste di ASEAN yang akan segera terjadi, yang dijadwalkan pada bulan Oktober tahun ini, semakin menegaskan tanggung jawab Negara Timor Leste untuk bekerja sama secara aktif dengan mitra regionalnya dalam mempertahankan keadilan, legalitas, dan stabilitas di kawasan tersebut.
Penting juga untuk dicatat bahwa warga negara yang dimaksud menghadapi beberapa tuntutan pidana di Filipina, termasuk 13 tuduhan pembunuhan, 13 tuduhan percobaan pembunuhan, dan 4 tuduhan percobaan pembunuhan, terkait dengan kejahatan yang terjadi antara tahun 2019 dan 2023, termasuk pembunuhan Gubernur Negros Oriental saat itu, Roel Degamo. Dengan mempertimbangkan fakta-fakta ini, dan berdasarkan ketentuan Undang-Undang Migrasi dan Suaka, masuknya ia ke wilayah nasional juga dilarang untuk jangka waktu 10 tahun.
Berita terkait : Setelah ditangkap, Timor-Leste segera deportasi Arnolfo Teves ke Filipina
Pemerintah menegaskan kembali komitmennya terhadap asas-asas supremasi hukum, terhadap penghormatan terhadap standar-standar internasional mengenai kerja sama antarnegara, dan terhadap penjagaan keamanan dan stabilitas bukan hanya wilayah nasional, melainkan juga kawasan Asia Tenggara, bersama dengan upaya bersama negara-negara anggota ASEAN.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




