DILI, 13 Mei 2025 (TATOLI)– Perwakilan Perusahaan Santos, José Lobato bertemu Presiden Republik, José Ramos Horta untuk membahas dua poin penting mengenai investasi Santos dan produksi ladang Bayu Undan.
“Kami membahas dua hal penting dengan Kepala Negara, yaitu investasi Santos dan produksi ladang Bayu Undan. Ketika Santos mengambil alih sebagai operator Bayu Undan pada tahun 2020, Santos memutuskan untuk berinvestasi di tiga sumur minyak lagi, dengan tujuan untuk memperluas produksi Bayu Undan,” José Lobato kepada wartawan usai pertemuan di Istana Negara Kepresidenan Dili, selasa ini.
Dijelaskan, sejak tahun 2022 produksi minyak di ladang Bayu Undan di tiga sumur telah selesai, namun Perusahaan Santos melakukan investasi hingga produksi Bayu Undan sampai tahun 2025.
“Kami juga memberi tahu Presiden Republik bahwa Perusahaan Santos melihat bahwa Bayu Undan proses produksinya akan selesai. Jadi, kami datang untuk memberi tahu Presiden Republik tentang produksi Bayu Undan segera berakhir,” ujarnya.
Perusahaan Santos juga berencana untuk berinvestasi di proyek gas karbon di Timor-Leste usai pembongkaran, sehingga dapat dicadangkan setelah minyak di Bayu Undan kosong.
Menurutnya, biasanya ketika produksi gas atau minyak harus melalui proses pembongkaran platform dan dari pihak Santos bermaksud untuk lebih berinvestasi di Timor-Leste dengan proyek gas karbon untuk dilaksanakan atau dicadangkan bagi Bayu Undan yang produksinya akan kosong.
“Kita lihat hari ini kita menghadapi masalah perubahan iklim, jadi di dunia berpikir bagaimana mengurangi karbon dioksida ke atmosfer, sebuah ide ketika dalam proses produksi minyak menjadi gas C2 jika tidak ada kegiatan industry. Di Jepang dan Korea mereka memisahkan C2 sehingga kita bisa bawa ke sana untuk disimpan seperti apa yang ada di Bayu Undan. Ini adalah investasi yang sedang dipikirkan Santos untuk diinvestasikan, tetapi akan berbicara dengan Pemerintah jika ada kesepakatan bahwa proyek tersebut dapat dilanjutkan,” katanya.
Sebelumnya, pada tanggal 03 April 2025, Menteri Perminyakan dan Sumber Daya Mineral (MPRM) Francisco da Costa Monteiro, memimpin pertemuan dengan perwakilan Santos dan Joint Venture dari ladang minyak Bayu Undan, dengan tujuan menganalisis pengoperasian yang sedang berlangsung, prioritas untuk tahap perencanaan proyek berikutnya.
Pertemuan itu juga dihadiri oleh Ketua Otoritas Nasional Perminyakan (ANP), Gualdino da Silva, dan Ketua Dewan Direksi Timor Gap, E.P., Rui Soares.
Sebelumnya, pada 20 september 2024, Dewan Menteri telah menyetujui rancangan Resolusi Pemerintah, yang disampaikan oleh Menteri Perminyakan dan Sumber Daya Mineral, Francisco da Costa Monteiro, mengenai akuisisi hak partisipasi dalam Kontrak Bagi Hasil PSC-TL-SO-T 19-12 dan PSC -TL-SO-T 19-13 mengacu pada Lapangan Bayu – Undan.
TIMOR GAP, sebagai entitas publik yang bertanggung jawab mengelola kepentingan minyak negara, kini akan memegang 16% saham di Lapangan Bayu-Undan. Sementara, Perusahaan Santos punya 36,5%, SK E&S (21%), INPEX (9,6%), ENI (9,2%) dan terakhir Tokyo Timor Sea Resources mempunyai 7,6%.
“Masuknya TIMOR GAP melalui anak perusahaannya ke dalam proyek Bayu-Undan merupakan sebuah peluang baik bagi perusahaan publik yang bertanggung jawab untuk memegang dan mengelola aset milik Negara Timor-Leste di sektor perminyakan,” ungkap hasil dari Rapat Dewan Menteri yang diakses Tatoli.
Reporter : Mirandolina Barros Soares
Editor : Armandina Moniz




