iklan

INTERNASIONAL, HEADLINE

Jelang Konklaf, petugas pemilihan Paus baru ucap sumpah kerahasiaan

Jelang Konklaf, petugas pemilihan Paus baru ucap sumpah kerahasiaan

Para kardinal melakukan serangkaian kegiatan sebelum Konklaf. Foto/Vatican News

DILI, 06 Mei 2025 (TATOLI)–Gereja Katolik memasuki tahap penting dalam proses pemilihan Paus baru, dimana menjelang dimulainya Konklaf, pada Senin sore pukul 17:30 waktu Vatikan, seluruh pejabat dan staf pendukung yang terlibat dalam proses suksesi mengambil sumpah kerahasiaan dalam sebuah upacara resmi yang berlangsung di Kapel Pauline, Istana Apostolik Vatikan.

Dikutip dari Vatikan News, Upacara ini dipimpin oleh Kardinal Kevin Joseph Farrell, Camerlengo Gereja Roma Suci.

Pengambilan sumpah ini merupakan pelaksanaan dari ketentuan yang tercantum dalam konstitusi apostolik Universi Dominici Gregis (UDG), yang ditetapkan oleh Paus Yohanes Paulus II pada 22 Februari 1996, sebagai pedoman utama dalam penyelenggaraan Konklaf.

Sumpah tersebut diucapkan secara pribadi oleh setiap individu, baik klerus maupun awam yang ditugaskan untuk membantu jalannya Konklaf.

Mereka diinstruksikan mengenai pentingnya sumpah tersebut, kemudian menyatakan janji dan menandatanganinya di hadapan Camerlengo, dengan disaksikan oleh dua protonotaris apostolik.

Berita terkait : Konklaf Pemilihan Paus Baru dimulai 07 Mei, Gereja Katolik siap sambut Paus baru

Para peserta pengambilan sumpah mencakup berbagai kalangan, antara lain Sekretaris Dewan Kardinal, Master Perayaan Liturgi Kepausan, tujuh master upacara, para pendeta yang ditunjuk oleh kardinal pemimpin Konklaf, dua biarawan Ordo Agustinus, serta biarawati dari berbagai negara yang ditugaskan untuk pelayanan sakramen tobat.

Selain itu, petugas medis, operator lift, staf layanan makanan, kebersihan, teknisi, sopir, serta staf dekorasi dan keamanan juga termasuk dalam kelompok yang bersumpah menjaga kerahasiaan proses.

Kolonel dan mayor Garda Swiss Kepausan yang bertugas di sekitar Kapel Sistina, serta Direktur dan personel Layanan Keamanan dan Perlindungan Sipil Negara Kota Vatikan, juga turut serta.

Isi sumpah menekankan kewajiban menjaga kerahasiaan absolut terhadap semua hal yang berhubungan dengan pemungutan suara dan pemeriksaan dalam proses pemilihan Paus.

Pelanggaran terhadap sumpah tersebut, termasuk penggunaan perangkat perekam elektronik, dapat mengakibatkan ekskomunikasi latae sententiae, yang hanya dapat dicabut oleh Tahta Suci.

Upacara ini menegaskan kembali tekad Gereja untuk menjaga kesakralan dan integritas Konklaf, serta memastikan bahwa seluruh proses berlangsung dalam suasana keheningan rohani dan tanggung jawab penuh.

Dengan dimulainya tahap ini, Gereja Katolik kini semakin mendekati momen penting dalam sejarahnya, pemilihan seorang Paus baru yang akan memimpin umat Katolik di seluruh dunia.

Reporter     : Cidalia Fátima

Editor           : Julia Chatarina

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!