DILI, 14 Februari 2025 (TATOLI)– Donna Ann Welton, Duta Besar (Dubes) Amerika Serikat untuk Timor-Leste melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri, Kay Rala Xanana Gusmão untuk berpamitan usai mengambil keputusan untuk pensiun dari karir diplomatiknya.
”Saya akan segera berangkat karena saya akan pensiun, dan saya mengunjungi Perdana Menteri untuk menyampaikan penghargaan dan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya atas kerja sama yang baik dan kemitraan yang kuat yang telah kita jalin dengan Timor-Leste,” ungkap Dubes AS di kantor Pemerintah, jumat ini.
Donna Ann Welton diangkat sebagai Duta Besar AS untuk Timor-Leste oleh Kongres AS pada 07 mei 2024 dan menyerahkan surat kepercayaannya kepada Presiden Republik Timor-Leste, José Ramos-Horta, pada tanggal 16 Juli 2024.
Ia menegaskan bahwa dalam pertemuan perpisahan kali ini untuk membahas dan meninjau kembali semua kerja sama yang telah dilakukan kedua negara Amerikan Serikat dan Timor-Leste.
Berita terkait : Dubes Amerika Serikat Welton serahkan surat kepercayaan pada Presiden Horta
“Jadi kami baru saja meninjau dan Perdana Menteri menyampaikan prioritasnya kepada saya,” ucapnya.
Diplomat AS yang belum genap satu tahun menjalankan misinya di Timor-Leste itu juga menginformasikan bahwa saat ini belum menerima informasi mengenai siapa yang akan menggantikannya sebagai Duta Besar Amerika Serikat untuk Timor-Leste.
Ditanya mengenai keputusan Presiden AS, Donald Trump untuk menangguhkan kegiatan USAID (Lembaga Pembangunan Internasional Amerika Serikat), Diplomat AS itu mengungkapkan bahwa semuanya masih dalam keputusan sehingga tidak bisa memberikan komentar apapun.
“Itu adalah sesuatu yang tidak benar-benar kami bahas. Saya pikir kami sepakat bahwa semuanya masih dalam tahap keputusan,” ujarnya.
Dengan pengalaman lebih dari 30 tahun di Dinas Luar Negeri, Duta Besar Welton telah memegang posisi penting dalam komunikasi strategis dan urusan politik di kedutaan besar dan konsulat AS di seluruh dunia.
Sebelum memimpin Kedubes AS di Timor-Leste, Duta Besar Welton menjabat sebagai penjabat Deputi Asisten Sekretaris untuk Program dan Operasi di Biro Urusan Politik-Militer. Ia juga sebelumnya menjabat sebagai Asisten Kepala Misi di Kabul dan sebagai Wakil Kepala Misi di kedutaan AS di Helsinki, Finlandia, tempat ia bertugas selama lebih dari 18 bulan sebagai Kuasa Usaha.
Sebelum pindah ke Finlandia, ia memegang tugas sementara di Departemen Pertahanan sebagai Pelaksana Tugas Direktur untuk Asia Tenggara di Kantor Sekretaris Pertahanan (Kebijakan).
Duta Besar Welton memulai kariernya di Badan Informasi Amerika Serikat pada tahun 1984 dan melakukan tiga kali tugas di berbagai pos Asia yang mencakup bertugas di Republik Korea sebagai Asisten Pejabat Urusan Kebudayaan di Seoul dari tahun 1984 hingga 1986 dan sebagai Direktur Pusat Amerika di Daegu dari tahun 1986 hingga 1988, sebelum kembali ke sekolah pascasarjana pada tahun 1992.
Setelah menyelesaikan kursus untuk gelar doktor di Departemen Seni dan Arkeologi Asia Princeton, ia bekerja sebagai kurator seni Jepang di Metropolitan Museum of Art dan sebagai kurator pameran di American Federation of Arts di New York.
Ia kemudian bertugas di posisi Police Department (PD) di Tokyo, Nagoya, Washington, dan Jakarta, dan sebagai Konsul Jenderal di Sapporo, Jepang. Setelah menyelesaikan gelar dalam Studi Strategis di Sekolah Tinggi Perang Angkatan Darat, ia ditugaskan sebagai Konselor Urusan Publik di Kabul, diikuti dengan satu tahun di Misi AS untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai Wakil Direktur Komunikasi dan Urusan Publik.
Duta Besar Welton kembali ke Jepang sebagai Menteri Konselor Urusan Politik pada bulan Juni 2013, dan bertugas hingga Agustus 2015. Duta Besar Welton fasih berbahasa Jepang dan berbicara bahasa Korea, Indonesia, Jerman, sedikit bahasa Dari, dan Finlandia.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




