DILI, 10 September 2021 (TATOLI)— Pusat Layanan Ambulans dan Medis Darurat Nasional (Serviço Nacional de Ambulancia e Emergência Médica, I.P- SNAEM), mengajukan proposal tambahan sebesar $2.8 juta pada Komite Peninjaun Anggaran Politik (KROP) untuk Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun 2022.
Direktur SNAEM, Horacio Sarmento da Costa menjelaskan, proposal anggaran tambahan $2.8 juta dialokasikan ke empat item seperti Gaji (Salario Vencimento), Barang dan Jasa (Bens de Serviço), dana tidak terduga (Capital Menor) dan Transfer Publik (Tanferencia Publica).
“Untuk dana awal sendiri sebesar $615.000. Tetapi, kami minta tambahan $2.8 juta. Dana tambahan akan digunakan pada item gaji $700.000, barang dan jasa $800,000. Sedangkan, untuk perbaikan transportasi dan bahan bakar dan transfer publik sebanyak $190.000,” kata Horacio kepada wartawan di kantor Kementerian Keuangan, Dili, jumat ini.
Dia menjelaskan, pada item Capital Menor digunakan untuk membayar pesawat yang selama ini membantu mengirim pasien, sekitar $800.000. Selain itu, biaya juga untuk membeli ambulans dan mobil operasional serta peralataan yang dibutuhkan SNAEM,” ungkap Horacio.
Dikatakan, proposal tambahan juga untuk mempersiapkan nahkoda dan asisten untuk kapal ambulans yang saat ini masih dalam proses pembuatan di Indonesia. Selain itu, untuk memperbaiki salah satu kapal ambulans yang sekarang tidak digunakan akibat tersandung masalah hukum.
Dia menambahkan, SNAEM sudah mengajukan proposal tambahan sebesar $700.000 untuk membeli delapan ambulans lagi. Karena 42 ambulans yang ada sekarang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan layanan kesehatan di TL.
“Saat ini kami miliki 42 ambulans. Namun, ada beberapa yang sudah lama. Karena itu, kami mengajukan proposal tambahan untuk beli delapan ambulans baru. Sementara, 17 ambulans masih dalam proses pengiriman dari Jepang ke TL. Kalau 17 ambulans ini tiba di Dili, maka kami akan batalkan proposal ini,” katanya.
Menurutnya, SANEM sudah membagikan 12 ambulans untuk 11 kotamadya termasuk RAEOA. Tujuannya untuk memberikan pelayanan kepada pasien Covid-19. Sedangkan untuk Dili sendiri dialokasikan tiga mobil ambulans masing-masing, dua di Tasitolu dan satu di Vera-Cruz. Sedangkan, ada satu mobil ambulans dari Rumah Sakit Nasional Guido Valadares (HNGV) yang saat ini beroperasi di Ruang Isolasi Lahane.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




