Ian Martin minta Presiden Republik hadir dalam peluncuran film dokumenter Perjuangan TL

DILI, 28 September 2026 (TATOLI) – Presiden Republik, Jose Ramos-Horta menerima kunjungan dari Mantan Utusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB dan Mantan Kepala UNAMET pada tahun 1999, Ian Martin. Dalam pertemuan itu, Ian Martin meminta kehadiran Kepala Negara dalam peluncuran film dokumenter tentang perjuangan Timor-Leste berjudul “Resistência 1975 – 1999” yang ditayangkan perdana pada Selasa (29/09) di Bioskop Platinum Cineplex, Timor Plaza, Dili.
Dalam pertemuan yang dilakukan di Istana Kepresidenan Nicolau Lobato, pada Senin (28/09) itu,
Pertemuan tersebut menandai kembalinya diplomat Inggris tersebut ke Timor-Leste untuk berpartisipasi dalam pemutaran perdana resmi film dokumenter sejarah “Resistência”, sebuah karya dengan relevansi nasional yang mendalam, yang menggambarkan perjuangan panjang dan heroik rakyat Timor-Leste demi penentuan nasib sendiri, yang berpuncak pada referendum 1999.
Usai pertemuan, Ian Martin kepada wartawan film dokumenter ini akan menjadi film yang sangat penting bagi Timor-Leste, karena film ini menceritakan keseluruhan kisah perlawanan rakyat Timor-Leste yang berujung pada referendum yang bersejarah.
“Ini adalah bagian dari sejarah pribadi saya dan saya sangat senang berada di sini. Dimana, saya mendapat kehormatan untuk memimpin UNAMET, misi Perserikatan Bangsa-Bangsa yang melaksanakan konsultasi rakyat pada waktu itu,” ujar Ian Martin.
Ian Martin mengatakan bahwa gagasan untuk memproduksi film tersebut bermula ketika ia menyarankan kepada Presiden Republik—saat kunjungan ke London—agar dibuat sebuah film dokumenter mengenai sejarah Timor.
“Senang sekali bisa kembali hampir dua tahun kemudian dan mendapati bahwa film tersebut siap untuk dirilis,” ujarnya.
Menurutnya, film tersebut akan menampilkan banyak rekaman sejarah mengenai peran Presiden Republik dalam perjuangan pembebasan nasional maupun di kancah internasional, termasuk peran Perdana Menteri.
“Presiden belum menonton film itu. Beliau baru akan menyaksikannya untuk pertama kali besok malam. Kantor Perdana Menteri sudah menontonnya,” ujarnya.
Sementara itu, pada Laman Kepresidenan Republik, disebutkan bahwa selama pertemuan tersebut, kedua tokoh mengenang asal mula proyek sinematik penting ini, yang lahir sekitar dua tahun lalu pada saat kunjungan resmi Kepala Negara ke London.
Pada kesempatan itu, Ian Martin menyarankan kepada Presiden Republik tentang perlunya memproduksi sebuah catatan dokumenter komprehensif yang akan melestarikan dan mengabadikan sejarah serta pengorbanan Timor-Leste. Saran tersebut kini telah terwujud dalam sebuah karya yang memiliki relevansi sejarah dan budaya yang besar.
Film dokumenter ini mengumpulkan cuplikan arsip yang sangat berharga dan menyoroti secara menonjol peran krusial yang dimainkan oleh Presiden Republik saat ini dalam perlawanan baik di garda depan internal maupun dalam diplomasi internasional serta kepemimpinan fundamental dari Perdana Menteri.
Mantan kepala UNAMET tersebut juga mengungkapkan bahwa sesi peluncuran ini akan memiliki simbolisme khusus, karena ini akan menjadi momen pertama kalinya Kepala Negara menyaksikan karya tersebut secara utuh.
Usai audiensi, Ian Martin menyatakan kepuasan dan kebanggaannya yang mendalam dapat kembali ke negara ini dan menyaksikan terwujudnya inisiatif tersebut. Untuk memastikan bahwa warisan perjuangan pembebasan nasional terus bertahan dan menjangkau seluruh warga negara, telah direncanakan distribusi dan penayangan film dokumenter “Resistência” secara luas di seluruh wilayah nasional sepanjang tahun ini, guna memastikan bahwa generasi baru memiliki akses ke bagian fundamental dari memori kolektif rakyat Timor-Leste tersebut.
Tim TATOLI

