DILI, 17 Juli 2026 (TATOLI) – Perdana Menteri (PM), Kay Rala Xanana Gusmão menerima Duta Besar baru Brunei Darussalam untuk Timor-Leste, Khairur Rizal Abd Majid, di Kantor Pemerintah, Dili. Pertemuan tersebut untuk lebih mempererat hubungan baik antara kedua negara.
Dalam pertemuan yang dilakukan pada Kamis ini, Perdana Menteri Xanana Gusmão menyambut baik dan menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan serta persahabatan yang terus diberikan Brunei Darussalam kepada Timor-Leste, seraya menegaskan kembali komitmen Pemerintah untuk mempererat hubungan baik dengan negara tersebut, khususnya dalam konteks integrasi Timor-Leste ke dalam ASEAN.
Melansir laman Pemerintah, disebutkan bahwa pertemuan tersebut juga menjadi kesempatan bagi Perdana Menteri dan Duta Besar yang baru untuk bertukar pandangan mengenai cara-cara memperkuat hubungan persahabatan dan kerja sama bilateral, termasuk menjajaki peluang baru guna memberikan manfaat bagi masyarakat kedua negara.
Sementara itu, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Brunei Darussalam untuk Republik Demokratik Timor-Leste, Khairur Rizal Abd Majid pada 12 juni 2026 telah menyerahkan surat kepercayaan kepada Presiden Republik, José Ramos-Horta.
Upacara penyerahan surat kepercayaan menandai dimulainya secara resmi misi diplomatik Duta Besar yang baru diakreditasi untuk Timor-Leste. Dimana, upacara tersebut memperkuat komitmen negara untuk mempromosikan kerja sama internasional dan membangun jembatan dengan mitra di seluruh dunia.
Duta Besar Khairur Rizal Abd Majid adalah seorang diplomat karier dengan pengalaman lebih dari 25 tahun di Kementerian Luar Negeri Brunei. Beliau telah memegang peran penting di dalam Kementerian, serta di Perwakilan Tetap dan Komisi Tinggi Brunei. Beliau fasih berbahasa Melayu dan Inggris.
Timor-Leste dan Brunei Darussalam menjalin hubungan diplomatik pada 20 Mei 2002. Kerja sama bilateral antara Timor-Leste dan Brunei berfokus pada dukungan bersama untuk integrasi ASEAN. Brunei telah menjadi pendukung kuat aksesi Timor-Leste ke ASEAN dan persiapannya untuk Kepresidenan ASEAN pada tahun 2029.
Sebagai negara yang bergantung pada minyak, Brunei memiliki prioritas yang sama dengan Timor-Leste dalam pengelolaan sumber daya dan diversifikasi ekonomi. Perkembangan terkini mencakup Nota Kesepahaman tentang Mekanisme Konsultasi Bilateral formal yang ditandatangani pada Mei 2026, bersamaan dengan perjanjian kerja sama di bidang energi dan kesehatan.
Timor-Leste tetap berkomitmen untuk memperkuat hubungan dan mendorong kerja sama dengan meningkatkan konektivitas antara pemerintah, dunia usaha, dan antar masyarakat.
Tim TATOLI




