iklan

EKONOMI

TradeInvest perkuat kesiapan ekspor melalui pelatihan Sertifikasi Internasional

TradeInvest perkuat kesiapan ekspor melalui pelatihan Sertifikasi Internasional

Direktur Eksekutif TradeInvest Timor-Leste, Duílio Marino Gusmão Araújo da Silva. Foto Tatoli

DILI, 30 Juni 2026 (TATOLI)–TradeInvest Timor-Leste melalui Direktorat Nasional Promosi Ekspor bekerja sama dengan Institut Kualitas Timor-Leste (IQTL), Kementerian Perdagangan dan Industri (MKI), Direktorat Nasional Biosekuriti dan Karantina menggelar lokakarya bertajuk Testing, Inspection and Certification for Export Readiness guna meningkatkan kesiapan ekspor bagi pelaku usaha nasional memenuhi standar sertifikasi internasional sebagai syarat memasuki pasar global.

Direktur Eksekutif TradeInvest, Duílio Marino Gusmão Araújo da Silva, mengatakan kegiatan tersebut merupakan langkah penting karena TradeInvest menggandeng Control Union Indonesia, lembaga sertifikasi internasional yang telah mendukung sektor swasta Timor-Leste dalam proses ekspor berbagai komoditas ke luar negeri.

“Control Union merupakan mitra yang telah memberikan dukungan kepada sektor swasta di Timor-Leste yang mengekspor produknya ke luar negeri. Karena itu, kami mengundang mereka untuk berbagi informasi kepada para eksportir mengenai cara memperoleh akses ke pasar internasional,” kata Duílio di Suai Room, Timor Plaza, Dili, Selasa ini.

Selain berbagi pengalaman, kata dia, Control Union juga memberikan pelatihan kepada sektor swasta mengenai persyaratan untuk memasuki pasar internasional. Menurutnya, pengalaman Control Union dalam menangani sertifikasi ekspor di sekitar 80 negara menjadi nilai tambah bagi para pelaku usaha Timor-Leste.

“Ini merupakan kesempatan yang sangat baik bagi sektor swasta nasional, khususnya para eksportir untuk mendengar, belajar, dan berdiskusi langsung dengan pihak yang berpengalaman sehingga dapat mempermudah ekspor produk pertanian maupun industri manufaktur yang selama ini masih menghadapi berbagai tantangan,” ujarnya.

Duílio menambahkan, hingga saat ini terdapat sekitar 60 perusahaan yang terdaftar di TradeInvest dan sebagian besar berorientasi pada kegiatan ekspor, di antaranya Acelda, Cooperativa Café Timor (CCT), serta sejumlah perusahaan lainnya.

Sementara itu, HR Manager Control Union Indonesia, Lia Marlinawati, menjelaskan bahwa lembaganya bergerak di bidang pengujian (testing), inspeksi (inspection), sertifikasi (certification), serta pengembangan kapasitas melalui CU Academy.

Ia mengatakan, kolaborasi dengan TradeInvest merupakan kerja sama pertama yang dilakukan di Timor-Leste dengan tujuan membekali para eksportir agar memahami standar dan ketentuan yang berlaku di pasar global.

“Kami ingin memberikan wawasan kepada para eksportir, terutama industri di Timor-Leste, mengenai bagaimana mempersiapkan diri memasuki pasar global, memahami persyaratan kepatuhan (compliance), serta ketentuan khusus yang harus dipenuhi oleh industri yang ingin mengekspor komoditasnya,” ujar Lia Marlinawati.

Menurutnya, materi yang disampaikan dalam lokakarya mencakup persyaratan sertifikasi komoditas, proses inspeksi, serta dukungan peningkatan kapasitas (capacity building) bagi industri di Timor-Leste agar mampu menjawab tantangan perdagangan internasional.

Di kesempatan yang sama, Manajer Cooperativa Café Timor (CCT), Felisberto Pereira, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan lokakarya tersebut karena dinilai sangat membantu para eksportir nasional yang kini dihadapkan pada persyaratan pasar internasional yang semakin ketat.

Ia menjelaskan, selama ini CCT mengekspor kopi, vanili, lada, dan kakao menggunakan izin ekspor yang diterbitkan Kementerian Pertanian, Peternakan, Perikanan, dan Kehutanan melalui Direktorat Nasional Karantina dan Biosekuriti.

Namun, menurutnya, saat ini para pembeli internasional semakin sering meminta dokumen tambahan seperti Phytosanitary Certificate, Sanitary Certificate, serta sertifikat asal barang (Certificate of Origin) sebagai syarat utama dalam perdagangan internasional.

“Dulu beberapa persyaratan masih bisa ditoleransi oleh pembeli. Namun ke depan mereka benar-benar mewajibkan Phytosanitary Certificate dan Sanitary Certificate. Karena itu lokakarya ini sangat penting agar kami memahami bagaimana memperoleh sertifikat tersebut di dalam negeri,” katanya.

Felisberto menambahkan bahwa CCT telah bekerja sama dengan Control Union sejak tahun 2000 dalam proses audit dan sertifikasi organik bagi produk ekspor perusahaan.

Menurutnya, untuk memperoleh sertifikat organik diperlukan proses audit yang sangat ketat. Setiap tahun auditor melakukan pemeriksaan mulai dari proses budidaya, panen hingga produk dimasukkan ke dalam kontainer sebelum sertifikat organik diterbitkan.

“Setiap tahun dilakukan audit karena persyaratan sertifikasi organik sangat ketat. Setelah seluruh proses memenuhi standar internasional, barulah sertifikat organik diterbitkan dan produk dapat diekspor,” ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, TradeInvest berharap semakin banyak pelaku usaha Timor-Leste mampu memenuhi standar mutu, keamanan pangan, dan sertifikasi internasional sehingga produk-produk nasional memiliki daya saing lebih tinggi dan mampu memperluas akses ke pasar global. 

Reporter : Cidalia Fátima

Editór       : Cancio Ximenes

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!