DILI, 23 Juni 2026 (TATOLI) – Uskup Keuskupan Baucau, Leandro Maria Alves, akan memimpin misa requiem bagi mendiang mantan Presiden Republik Demokratik Timor-Leste, Francisco Guterres Lú Olo, yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat (26/06) pukul 11.30 waktu setempat di Gereja Katedral Dili.
Keputusan tersebut diambil oleh Konferensi Episkopal Timor-Leste (CET) setelah para pemimpin Gereja Katolik Timor-Leste memberikan penghormatan terakhir kepada mendiang Lú Olo di kediamannya di Farol, Dili, Selasa.
Rombongan CET yang hadir terdiri dari Uskup Agung Metropolitan Dili, Virgílio do Carmo da Silva, Uskup Baucau Don Leandro Maria Alves, dan Uskup Keuskupan Maliana, Norberto do Amaral.
Usai memberikan penghormatan, Kardinal Virgílio mengatakan seluruh umat Katolik dan masyarakat Timor-Leste turut merasakan kesedihan mendalam atas wafatnya mantan Presiden yang selama hidupnya mengabdikan diri bagi bangsa dan negara.
“Atas nama umat Katolik, kami datang untuk memberikan penghormatan dan menyampaikan rasa terima kasih atas seluruh pengorbanan yang beliau berikan kepada tanah air ini, mulai dari masa perjuangan hingga setelah kemerdekaan. Beliau telah berkontribusi besar dalam membangun negara, sehingga kita semua memiliki alasan untuk mengenang dan menghargai jasa-jasanya,” kata Kardinal Virgílio.
Selain memberikan penghormatan, para pemimpin Gereja juga menyampaikan doa bagi mendiang serta dukungan kepada keluarga yang sedang berduka.
“Kami datang untuk mendoakan beliau dan keluarganya, terutama istri dan anak-anaknya. Dalam masa yang sulit ini, kami ingin menunjukkan solidaritas dan memohon agar Tuhan memberikan kekuatan kepada mereka untuk menghadapi kehilangan ini,” ujarnya.
Menurut Kardinal Virgílio, kepergian Lú Olo tidak hanya menjadi kehilangan bagi keluarga, tetapi juga bagi seluruh rakyat Timor-Leste karena mendiang merupakan figur penting yang telah memberikan kontribusi besar bagi perjalanan bangsa.
“Beliau adalah tokoh yang penting bagi semua orang. Masyarakat dapat melihat dan merasakan secara langsung pengabdian yang telah beliau berikan kepada negara ini,” katanya.
Terkait pelaksanaan misa requiem, Kardinal Virgílio menjelaskan bahwa keluarga mendiang sebelumnya meminta dirinya untuk memimpin misa tersebut. Namun, ia tidak dapat memenuhi permintaan itu karena harus melakukan perjalanan ke Roma pada Rabu (24/06) untuk menghadiri pertemuan yang dipimpin langsung oleh Paus.
“Karena saya harus berangkat ke Roma atas undangan Paus untuk mengikuti sebuah pertemuan, maka hari ini kami memutuskan bahwa Uskup Baucau, Don Leandro, akan memimpin misa requiem pada Jumat mendatang di Katedral Dili,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa meskipun tidak dapat memimpin misa, para uskup Timor-Leste tetap bersatu dalam doa dan penghormatan kepada mendiang Lú Olo yang telah mengabdikan sebagian besar hidupnya bagi perjuangan kemerdekaan dan pembangunan Timor-Leste.
Misa requiem pada Jumat mendatang diperkirakan akan dihadiri para pemimpin negara, pejabat pemerintah, tokoh masyarakat, umat Katolik, serta masyarakat umum yang ingin memberikan penghormatan terakhir kepada Francisco Guterres Lú Olo, yang dikenang sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah perjuangan dan pembangunan bangsa Timor-Leste.
Reporter: Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




