DILI, 18 Juni 2026 (TATOLI) – Media di Timor-Leste didorong untuk semakin berani, independen, dan profesional dalam menjalankan tugas jurnalistik di tengah meningkatnya ancaman misinformasi dan disinformasi, menyusul berakhirnya Pelatihan Kepemimpinan Ruang Redaksi yang diselenggarakan Dewan Pers Timor-Leste bersama ABC International Development (ABCID).
Ketua Sementara Dewan Pers Timor-Leste, Suzana Cardoso, mengatakan kerja sama antara Dewan Pers dan ABCID telah berlangsung hampir empat tahun dan memberikan kontribusi penting bagi pengembangan kapasitas insan media di Timor-Leste.
Menurutnya, ABCID secara konsisten menghadirkan berbagai program pelatihan inovatif yang sesuai dengan kebutuhan industri media di tengah perkembangan teknologi dan perubahan lanskap informasi.
“Ini bukan pertama kalinya ABCID memberikan dukungan kepada media di Timor-Leste. Selama hampir empat tahun kami bekerja sama dan kami mengakui bahwa ABCID selalu menghadirkan ide-ide serta pelatihan yang inovatif dan relevan dengan perkembangan zaman,” kata Suzana pada penutupan pelatihan di GEM Institute, Palm Business and Trade Centre, Dili, Kamis ini.
Ia menjelaskan bahwa dalam beberapa bulan terakhir ABCID telah menyelenggarakan berbagai pelatihan, mulai dari keamanan digital, pemanfaatan media sosial, penggunaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk mendukung kerja media, hingga penyusunan rencana bisnis bagi perusahaan media.
Suzana juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Australia atas dukungan yang diberikan kepada komunitas media Timor-Leste, termasuk melalui berbagai program beasiswa yang membuka peluang peningkatan kapasitas bagi para jurnalis.
Terkait pelatihan kepemimpinan ruang redaksi, ia menilai program tersebut sangat penting karena selama ini pengelolaan dan kepemimpinan redaksi sering dianggap sebagai tanggung jawab yang berjalan secara alami tanpa adanya pelatihan khusus.
“ABCID hadir dengan gagasan yang sangat baik untuk memperkuat kemampuan memimpin ruang redaksi. Kami berharap para mentor dan ahli dari ABCID dapat terus mendukung perkembangan media di Timor-Leste pada masa mendatang,” ujarnya.
Suzana menambahkan bahwa media nasional saat ini menghadapi berbagai tantangan besar, termasuk pembahasan Rancangan Undang-Undang Kriminalisasi Pencemaran Nama Baik, persoalan keberlanjutan ekonomi media, serta persaingan yang semakin ketat dengan platform media sosial.

Karena itu, ia berharap seluruh peserta dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan dalam pekerjaan sehari-hari guna menghasilkan produk jurnalistik yang lebih profesional dan berorientasi pada kepentingan publik.
“Kami berharap ilmu yang diperoleh dari pelatihan ini dapat diterapkan dalam tugas sehari-hari sehingga media dapat menghasilkan karya jurnalistik yang semakin profesional, berkualitas, dan benar-benar melayani kepentingan masyarakat,” katanya.
Sementara itu, fasilitator pelatihan dari ABC News, Philippa McDonald, menegaskan bahwa kemitraan antara ABC International Development dan Dewan Pers Timor-Leste memiliki arti penting bagi kedua negara.
Ia mengaku memiliki rasa hormat yang mendalam terhadap para jurnalis Timor-Leste dan merasakan ikatan yang kuat dengan komunitas media di negara tersebut setelah beberapa kali berkunjung dalam tiga tahun terakhir.
“Saya sangat menghargai komitmen para jurnalis Timor-Leste terhadap audiens dan masyarakat. Kepemimpinan yang kuat sangat penting untuk membangun media yang mampu berada di garis depan dalam menghadapi ancaman misinformasi dan disinformasi yang terus berkembang,” ujar Philippa.
Menurutnya, kemampuan berpikir kritis menjadi salah satu modal utama bagi media untuk menjaga kualitas informasi yang disampaikan kepada publik.
“Kebenaran itu penting. Keberanian itu penting. Independensi itu penting. Kebebasan pers dan kebebasan media juga sangat penting,” tegasnya.
Philippa juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta atas kepercayaan dan keterbukaan yang diberikan selama pelatihan berlangsung.
Pada kesempatan yang sama, fasilitator ABC News lainnya, Matthew Carney, mengatakan dirinya merasa terhormat dapat berbagi pengalaman dengan para pemimpin media Timor-Leste selama empat hari pelatihan.
Menurut Matthew, para peserta menunjukkan tingkat antusiasme, kecerdasan, dan semangat belajar yang tinggi, sehingga menciptakan suasana diskusi yang produktif sepanjang kegiatan berlangsung.
“Kami melihat banyak talenta luar biasa dalam kelompok ini. Saya yakin mereka akan meraih keberhasilan di masa depan,” katanya.
Namun demikian, ia menekankan bahwa keberhasilan tersebut hanya dapat dicapai apabila para peserta memiliki disiplin untuk terus berubah, belajar, dan beradaptasi dengan perkembangan industri media yang terus bergerak cepat.
“Jika disiplin untuk berubah terus diterapkan, manfaatnya akan dirasakan sepanjang hidup dan dapat membawa perubahan positif bagi kehidupan banyak orang,” tambah Matthew.
Pelatihan Kepemimpinan Ruang Redaksi yang berlangsung pada 15–18 Juni 2026 tersebut diikuti oleh 15 pemimpin media dari berbagai organisasi media nasional dan komunitas di Timor-Leste.
Program ini bertujuan memperkuat kapasitas kepemimpinan editorial, meningkatkan efektivitas pengelolaan ruang redaksi, serta membantu media menghadapi tantangan industri jurnalistik di era digital.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




