DILI, 15 Juni 2026 (TATOLI) – Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB António Guterres menyambut baik kesepakatan perdamaian baru antara Amerika Serikat (AS) dan Iran pada hari Minggu (14/06) dan menyebutnya sebagai “langkah penting” akhiri konflik.
Melansir Portal PBB, menyebutkan bahwa berdasarkan pernyataan yang dikeluarkan oleh juru bicaranya, perjanjian tersebut menyebutkan gencatan senjata segera dan permanen, pembukaan kembali Selat Hormuz, dan kerangka kerja untuk negosiasi lebih lanjut.
Sekretaris Jenderal menyampaikan “apresiasi yang mendalam” atas peran Pakistan, Qatar, Mesir, Arab Saudi, Turki, dan negara-negara regional lainnya dalam mendukung perundingan tersebut.
Ia mengatakan ia berharap pihak-pihak terkait akan memanfaatkan momentum ini dan “melipatgandakan upaya mereka” menuju resolusi akhir. Ia juga menegaskan kembali bahwa Perserikatan Bangsa-Bangsa siap mendukung upaya menuju “perdamaian yang langgeng dan komprehensif.”
Konflik dimulai pada akhir Februari dengan serangan AS dan Israel di seluruh Iran. Iran menanggapi dengan serangan terhadap Israel dan negara-negara sekutu AS di Teluk.
Pertempuran tersebut menyebabkan penutupan efektif Selat Hormuz, jalur pelayaran utama yang biasanya dilalui sekitar 20 persen minyak dan gas alam cair dunia.
Berita terkait : AS dan Iran sepakat damai, Donald Trump : Blokade militer di Selat Hormuz dicabut
Meskipun gencatan senjata disepakati pada bulan April, Amerika Serikat dan Iran telah saling baku tembak secara sporadis, termasuk dua putaran serangan balasan pekan ini.
Sebelumnya pada hari Minggu, Sekjen PBB mengecam keras serangan udara Israel di Beirut. Dalam pernyataan terpisah, beliau mengatakan serangan itu terjadi meskipun ada gencatan senjata dan pada saat Washington dan Teheran diharapkan mencapai kesepakatan untuk membantu membuka jalan menuju perdamaian.
Ia memperingatkan bahwa konflik tersebut berdampak “menghancurkan” perekonomian global dan mendesak semua pihak untuk menunjukkan “pengekangan maksimal” pada saat yang krusial. Ia juga menyatakan harapan akan keberhasilan upaya yang sedang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Iran.
TATOLI




