UE perkenalkan kampanye “Our Time”: Dorong perubahan sosial di Timor-Leste

DILI, 26 Mei 2026 (TATOLI) — Delegasi Uni Eropa untuk Timor-Leste resmi meluncurkan kampanye bertajuk “Our Time / Ita-Nia Tempu” yang mengangkat kisah nyata masyarakat Timor-Leste dalam mendorong perubahan sosial, perlindungan lingkungan, hak sipil, dan konektivitas masyarakat menuju masa depan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Peluncuran kampanye berlangsung di Container-Tais, IOB Campus C, Rua Manleuana, Fomento II, Comoro, Dili, Senin malam, dan dihadiri mitra pembangunan, organisasi masyarakat sipil, kaum muda, serta sejumlah tokoh kampanye.
Duta Besar Uni Eropa untuk Timor-Leste, Thorsten Bargfrede, mengatakan kampanye tersebut bukan tentang Uni Eropa semata, melainkan tentang masyarakat Timor-Leste dan kisah-kisah nyata yang mencerminkan perubahan sosial di negara ini.

“Saya menyadari bahwa kampanye ini bukan tentang Uni Eropa. Kampanye ini tentang masyarakat nyata dan kisah nyata. Ini tentang bagaimana kita bersama-sama mencoba menciptakan perubahan positif di negara ini,” kata Thorsten Bargfrede dalam sambutannya saat peluncuran kampanye.
Menurutnya, dalam beberapa bulan ke depan masyarakat tidak hanya akan mendengar angka statistik atau nama proyek, tetapi lebih banyak cerita tentang kehidupan masyarakat Timor-Leste dan bagaimana Uni Eropa ingin terus menjadi mitra terpercaya bagi negara tersebut.
Ia menjelaskan kampanye “Our Time / Ita-Nia Tempu” dibangun di atas tiga tema utama, yakni agroforestri, hak sipil, dan konektivitas.
Tema agroforestri menyoroti upaya masyarakat menjaga tanah, sumber air, dan masa depan lingkungan melalui pertanian berkelanjutan, perlindungan sumber daya alam, serta pengembangan keterampilan bagi generasi muda dan para pengusaha lokal.
Sementara tema hak sipil berfokus pada pentingnya partisipasi masyarakat, kesetaraan, dan inklusi sosial agar setiap suara masyarakat dapat didengar dan ikut membentuk masa depan Timor-Leste. Tema ini juga menampilkan dukungan terhadap organisasi masyarakat sipil, pemberdayaan perempuan, perlindungan anak-anak rentan, hingga program pertukaran pendidikan dan makanan sekolah.
Adapun tema konektivitas menampilkan kisah masyarakat yang kehidupannya membaik melalui akses yang lebih luas terhadap layanan publik, peluang ekonomi, digitalisasi pelayanan, serta penguatan ekonomi sirkular dan tata kelola pemerintahan yang lebih transparan.

Dalam peluncuran tersebut, sejumlah figur publik dan tokoh muda diperkenalkan sebagai wajah kampanye, termasuk Duta Persahabatan untuk Lingkungan dan Budaya, Ego Lemos dan Silvia Soares yang dikenal sebagai penyuara kuat untuk inklusi sosial.
Ego Lemos mengatakan dirinya menerima undangan dari Uni Eropa untuk bergabung dalam kampanye tersebut dengan fokus pada agroforestri dan konservasi air.
Ia menjelaskan bahwa keterlibatannya sejalan dengan aktivitas organisasi Permatil yang selama ini aktif dalam konservasi air dan penanaman pohon di Timor-Leste.
“Kami ingin memperkuat kesadaran masyarakat untuk menanam lebih banyak pohon dengan berbagai jenis demi menjaga air dan tanah Timor-Leste agar tetap lestari dan indah,” ujar Ego Lemos.
Ia menambahkan kampanye tersebut juga bertujuan melibatkan generasi muda dan para pelajar agar memiliki kesadaran kuat bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab kelompok tertentu, melainkan kewajiban moral setiap warga negara.
Selain peluncuran resmi kampanye, acara tersebut juga diisi dengan pertunjukan musik langsung, pemutaran video kampanye, serta diskusi mengenai dukungan Uni Eropa terhadap sektor agroforestri di Timor-Leste.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz

