DILI, 26 Mei 2026 (TATOLI) — Perdana Menteri, Kay Rala Xanana Gusmão, mendorong generasi muda Timor-Leste untuk menjadi pilar utama dalam membangun ketahanan ekonomi nasional di tengah tantangan global dan era baru integrasi regional ASEAN.
Pesan tersebut disampaikan Xanana dalam Asia-Pacific Business Forum dan seremoni penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Associação Nacional dos Jovens Empresários de Timor-Leste (ANJET) dan Young Entrepreneurs Group of Asia Pacific (YEGAP), di Timor Plaza, Selasa.
Dalam pidatonya, Xanana mengatakan setelah 24 tahun restorasi kemerdekaan, Timor-Leste perlu memasuki fase baru pembangunan nasional yang berfokus pada penguatan ekonomi produktif dan penciptaan lapangan kerja.
“Kemerdekaan saja tidak cukup untuk memberi makan rakyat. Bangsa yang tangguh membutuhkan ekonomi produktifnya sendiri, bisnisnya sendiri, dan rakyatnya sendiri yang menciptakan kemakmuran dan rasa percaya diri,” kata Xanana.
Ia menilai kedaulatan nasional tidak hanya diwujudkan melalui kemerdekaan politik, tetapi juga melalui kemampuan ekonomi yang kuat dan berkelanjutan.
Menurut Xanana, negara yang terlalu bergantung pada impor dan aktivitas negara belum sepenuhnya merdeka secara ekonomi, sehingga pengembangan sektor swasta menjadi faktor penting bagi keberlanjutan negara.
“Inilah sebabnya pengembangan sektor swasta sangat penting bagi kelangsungan dan keberlanjutan negara kita,” ujarnya.
Xanana juga mengajak para pengusaha muda untuk memanfaatkan momentum keanggotaan penuh Timor-Leste di ASEAN guna memperluas jaringan bisnis dan meningkatkan daya saing ekonomi nasional.
Sebagai anggota baru ASEAN, kata dia, Timor-Leste kini memiliki peluang lebih besar untuk terhubung dengan salah satu kawasan ekonomi paling dinamis di dunia.
“Negara kita membutuhkan pengusaha muda. Kami membutuhkan ide, semangat, ambisi, dan keberanian kalian,” tegasnya.
Selain itu, Xanana mengundang para investor dan pengusaha internasional untuk bekerja sama dengan generasi muda Timor-Leste melalui investasi, transfer keterampilan, dan pembangunan jaringan usaha regional.
Ia mengatakan Timor-Leste memiliki potensi besar di berbagai sektor strategis, termasuk energi, mineral, minyak bumi, pariwisata, dan jasa.
Menurutnya, pengembangan proyek Greater Sunrise dan pendekatan Tasi Mane diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja, meningkatkan keterampilan tenaga kerja, dan memperkuat pembangunan ekonomi nasional dalam jangka panjang.
Xanana menambahkan pemerintah juga sedang mempersiapkan pembentukan Bank Pembangunan Nasional untuk mendukung pengusaha kecil dan generasi muda yang memiliki ide bisnis namun kesulitan mengakses pembiayaan.
Ia menilai generasi yang memperjuangkan kemerdekaan telah memberikan kebebasan politik kepada rakyat Timor-Leste, sementara generasi saat ini memiliki tanggung jawab membangun ekonomi yang mampu mempertahankan kemerdekaan tersebut.
“Jika kalian berhasil, maka bangsa ini juga akan berhasil,” kata PM Xanana.
Reporter: Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




