DILI, 19 Mei 2026 (TATOLI) — Dua Mantan Menteri Luar Negeri (Menlu) Indonesia, Hassan Wirajuda dan Marty Natalegawa telah tiba di Timor-Leste. Kedua Mantan Menlu Indonesia itu berada di Timor-Leste untuk berpartisipasi dalam Peringatan ke-24 Restorasi Kemerdekaan Republik Demokratik Timor-Leste (RDTL) yang ke – 24 yang jatuh pada 20 Mei 2026.
Dalam Laman resmi MNEC (Kementerian Luar Negeri dan Kerjasama) yang diakses Tatoli, disebutkan saat tiba di Bandara Internasional Presidente Nicolau Lobato Comoro-Dili, Senin (18/05), kedua Menlu Indonesia itu disambut langsung oleh Direktorat Jenderal Urusan Konsuler dan Protokol (DGACP).
Saat tiba, Mantan Menlu Hassan Wirajuda didampingi istri Bernadetta Febriana, begitu juga Mantan Menlu Marty Natalegawa didampingi istri Sranya Bamrungphong Natalegawa.
Berita terkait : Sekjen ASEAN Kao Kim Hourn dipastikan hadiri HUT Restorasi Kemerdekaan ke – 24
Sementara itu, untuk diketahui bahwa Hassan Wirajuda menjadi Menteri Luar Negeri Indonesia pada periode 2001-2009. Hassan merupakan salah satu diplomat paling berpengaruh dalam sejarah modern Indonesia. Sebagai Menteri Luar Negeri periode 2001-2009, ia dikenal sebagai arsitek di balik transformasi politik luar negeri Indonesia yang lebih proaktif, demokratis, dan menjunjung tinggi hak asasi manusia.
Sementara itu, Marty Natalegawa menjadi Menteri Luar Negeri Indonesia pada periode 2009–2014. Marty adalah seorang diplomat asal Indonesia yang pernah menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Indonesia di Kabinet Indonesia Bersatu II di pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Melansir Laman MNEC bahwa, para tamu internasional yang telah dikonfirmasi menghadiri peringatan ke-24 Restorasi Kemerdekaan Republik Demokratik Timor-Leste (RDTL) yang ke – 24 yang jatuh pada 20 Mei 2026 ini adalah :
- Wakil Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan Australia, Richard Marles MP
- Sekretaris Jenderal ASEAN, Kao Kim Hourn
- Mantan Menteri Luar Negeri Indonesia, Hassan Wirajuda didampingi Istri
- Mantan Menteri Luar Negeri Indonesia, Marty Natalegawa didampingi Istri
Kehadiran para pemimpin dan diplomat regional ini menunjukkan pengakuan internasional atas jalan demokrasi dan perdamaian yang telah ditempuh Timor-Leste sejak tahun 2002.
Sementara itu, partisipasi Sekretaris Jenderal ASEAN juga menunjukkan dukungan berkelanjutan ASEAN untuk perjalanan kemerdekaan Timor-Leste dan integrasi regional.
TATOLI




