DILI, 09 Februari 2026 (TATOLI)— Presiden Republik Timor-Leste, José Ramos-Horta, mengatakan bahwa Tahun Baru Imlek merupakan pembaruan harapan untuk semakin memperkuat kerja sama yang baik antara kedua negara.
“Festival ini melambangkan pembaruan, harapan, keharmonisan keluarga, dan kohesi sosial—nilai-nilai yang berakar pada tradisi China dan sangat selaras dengan budaya serta identitas masyarakat Timor-Leste,” kata Presiden Ramos-Horta dalam pidatonya pada perayaan Tahun Baru Imlek yang digelar di Istana Kepresidenan Republik, Bairo Pite, Dili, Senin ini.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Negara menyampaikan rasa terima kasih kepada Republik Rakyat China atas dukungannya terhadap pembangunan Timor-Leste.
“Izinkan saya memulai dengan menyampaikan rasa terima kasih yang tulus kepada Duta Besar Wang Wenli (Duta Besar China untuk Timor-Leste) atas antisipasinya terhadap perayaan ini serta atas kemurahan hatinya dalam memperluas perayaan ini kepada semua sahabat budaya China di Timor-Leste, baik warga negara maupun warga asing yang tinggal di Timor-Leste,” katanya.
Ramos-Horta juga menyampaikan apresiasi kepada staf dan sukarelawan Kedutaan Besar Republik Rakyat China di Timor-Leste, serta seluruh anggota panitia penyelenggara, terutama para seniman dan kelompok budaya yang mempersembahkan seni tari, lagu, dan musik untuk menghormati Tahun Baru Imlek.
Ia menambahkan bahwa acara yang didedikasikan untuk pengalaman seni dan budaya China tersebut merupakan bukti nyata persahabatan, saling pengertian, serta apresiasi terhadap keberagaman budaya yang menyatukan berbagai bangsa.

Menurut kalender astrologi Timur, tahun 2026 dimulai dengan pengaruh Kuda Api Yang, sebuah tanda yang terkait dengan pergerakan, keberanian, kepemimpinan, dan transformasi mendalam.
“Kuda melambangkan kemajuan, dinamisme, dan kebebasan, sementara elemen Api Yang mewakili vitalitas, kejelasan tujuan, dan tindakan tegas. Bersama-sama, keduanya menunjukkan tahun percepatan positif, di mana keberanian yang bertanggung jawab, optimisme, dan visi strategis menjadi kunci untuk menghadapi tantangan dan menciptakan peluang baru,” katanya.
Menurut Presiden Republik, tahun ini merupakan waktu yang tepat untuk mempercepat penataan proyek, memperkuat kemitraan regional dan internasional, serta menumbuhkan budaya kerja yang dinamis dan berorientasi pada hasil, tanpa mengabaikan nilai-nilai solidaritas, kohesi sosial, harmoni komunitas, dan saling menghormati yang menjadi ciri khas masyarakat.
“Pada tingkat individu, keluarga, dan komunitas, tahun 2026 mengundang kepercayaan diri, keberanian mengatasi rasa takut, serta penegasan bakat. Ini adalah siklus yang mendukung pendidikan, pelatihan kejuruan, penciptaan peluang ekonomi, dan penguatan semangat komunitas,” katanya.
Timor-Leste memiliki warisan sejarah yang sama dengan China, yang dibangun melalui perdagangan selama berabad-abad, terutama dalam komoditas kayu cendana dan barang-barang lain yang dikirim ke China selatan melalui Makau.
Warisan tersebut terus hidup dalam generasi penerus warga negara China yang memilih Timor-Leste untuk membangun keluarga mereka dan hingga kini tetap menjadikan negara ini sebagai tempat tinggal, peluang, serta kemitraan jangka panjang.

Timor-Leste juga memiliki komunitas warga negara keturunan China yang terhormat dan telah berintegrasi secara damai, serta saling menguntungkan dalam menciptakan bisnis, perdagangan, dan industri.
“Mereka adalah warga negara yang terhormat, aktif, dan berkomitmen, hadir dalam pemerintahan, lembaga negara, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat sipil, dan sektor swasta. Para pengusaha penting keturunan Tionghoa telah memberikan kontribusi besar bagi pembangunan ekonomi, sosial, dan budaya serta kemakmuran negara,” katanya.
Ia menegaskan bahwa sejak Timor-Leste meraih kemerdekaan, negara ini juga menerima warga negara baru, para pekerja sama, pekerja, dan pengusaha keturunan Tionghoa yang telah memberikan kontribusi penting bagi pembangunan jalan, jembatan, jaringan listrik, air dan sanitasi, serta infrastruktur dasar lainnya demi kemajuan nasional.
“Mereka juga berkontribusi terhadap diversifikasi ekonomi, pertanian, perdagangan, dan pertukaran komersial untuk menciptakan jaringan komunikasi, kontak, dan kemitraan, sejalan dengan semangat persahabatan, konektivitas, dan kerja sama yang ingin terus kita perkuat,” katanya.
China merupakan salah satu negara pertama yang mengakui kemerdekaan Timor-Leste dan telah berjalan bersama melalui berbagai tantangan dan pencapaian sejarah nasional.
“Kami telah meningkatkan hubungan ini ke tingkat Kemitraan Strategis Komprehensif, yang didukung kerja sama konkret di berbagai bidang seperti infrastruktur, pertanian, ekonomi digital, pendidikan, inovasi, konektivitas, dan pertukaran antarmasyarakat, yang sangat penting bagi pembangunan nasional dan kesejahteraan rakyat,” ujarnya.
Pada tahun ini, Presiden Ramos-Horta memimpin rakyat Timor-Leste untuk menyampaikan rasa terima kasih, khususnya kepada para dokter Brigade Medis China, serta para pengusaha dan pekerja yang setiap hari berkontribusi bagi modernitas, kesehatan, pembangunan, dan kesejahteraan masyarakat di negara ini.
Reporter : Hortencio Sanchez (Penerjemah: Cidalia Fátima)
Editor : Armandina Moniz




