DILI, 06 Februari 2026 (TATOLI) — Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, António Guterres, mengecam keras serangan teroris yang terjadi pada 03 Februari 2026 di Negara Bagian Kwara, Nigeria, yang menewaskan lebih dari 160 orang.
Pernyataan ini disampaikan oleh Juru Bicara Sekjen PBB hari ini dalam laman resmi PBB yang diakses TATOLI.
“Sekretaris Jenderal dengan tegas mengecam serangan teroris ini dan menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga korban serta rakyat dan pemerintah Nigeria. Kami berharap para korban yang terluka segera pulih,” ujarnya.
Ia menambahkan “Perserikatan Bangsa-Bangsa berdiri bersama pemerintah dan rakyat Nigeria dalam upaya mereka memerangi terorisme dan ekstremisme kekerasan, dan penting bagi para pelaku kejahatan ini dibawa ke pengadilan.”
Menurut laporan ABC News, setidaknya 162 orang tewas dalam serangan di desa Woro, Kwara. Para penyerang bersenjata menyerbu desa pada Selasa malam, menembaki warga, membakar toko, dan menyerang istana raja setempat, Alhaji Salihu Umar, yang kini dilaporkan hilang. Banyak warga melarikan diri ke hutan untuk menyelamatkan diri.
Gubernur Kwara, AbdulRahman AbdulRazaq, mengecam serangan tersebut sebagai “ekspresi pengecut dari frustrasi sel teroris” setelah operasi kontra-terorisme yang sedang berlangsung di wilayah itu.
Militer Nigeria telah meningkatkan operasi terhadap kelompok jihad dan bandit bersenjata, dengan klaim telah menetralkan sejumlah anggota kelompok bersenjata.
Serangan ini menjadi salah satu yang paling mematikan di Nigeria dalam beberapa bulan terakhir, menunjukkan tantangan serius yang terus dihadapi negara terpadat di Afrika akibat kekerasan antar-komunal dan aksi kelompok bersenjata.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




