iklan

INTERNASIONAL

Dubes RI soroti perdagangan lintas batas dan pembentukan Forum Bisnis Perbatasan

Dubes RI soroti perdagangan lintas batas dan pembentukan Forum Bisnis Perbatasan

Duta Besar Republik Indonesia untuk Timor-Leste, Okto Dorinus Manik berbicara dalam acara pertemuan yang diadakan di Covalima. Foto Tatoli/ Celestina Teles

COVALIMA, 05 Februari 2026 (TATOLI)-  Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia (RI) untuk Timor-Leste, Okto Dorinus Manik menyoroti pentingnya kerja sama di bidang ekonomi dan perdagangan lintas batas sebagai wadah kerja antara pelaku usaha lokal dan pengusaha dari wilayah perbatasan dua negara.

Hal itu dikatakan Dubes Okto saat melaksanakan kunjungan kerja ke kotamadya Covalima di area perbatasan Mota Masin, yang berbatasan langsung dengan  Kabupaten Malaka Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam kesempatan kunjungan tersebut, yang dilakukan pada Kamis ini,  Duta Besar Okto juga melakukan pertemuan dengan Ketua Otoritas Kotamadya Kovalima,Miguel Armanda Cardoso di Aula AMC, Covalima.

Dalam kunjungan tersebut Dubes Okto menyampaikan bahwa pihaknya menerima berbagai informasi terkait perbatasan. “Informasi dari lapangan menjadi napas bagi setiap kebijakan yang akan kami ambil. Karena itu, kami ingin mendengar langsung perkembangan di lapangan, peluang yang masih bisa diperkuat, serta tantangan yang dihadapi,” ujar Dubes  Okto.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas berbagai peluang kerja sama yang dapat dikembangkan, terutama di bidang ekonomi dan perdagangan lintas batas. Salah satu gagasan yang mengemuka adalah pembentukan forum bisnis perbatasan sebagai wadah kerja sama antara pelaku usaha lokal di Covalima dan pengusaha dari wilayah perbatasan Indonesia.

KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) di Dili juga menekankan pentingnya program penyediaan informasi bagi para pengusaha lokal agar mereka dapat memanfaatkan peluang kerja sama ekonomi secara maksimal. Program ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat perbatasan dan memperkuat hubungan sosial-ekonomi kedua negara.

Dilain pihak, Ketua Otoritas Kotamadya Covalima, Miguel Armanda Cardoso, menyatakan  Covalima yang berbatasan langsung dengan Indonesia memiliki kedekatan budaya dan sosial yang kuat. Masyarakat di wilayah ini pada dasarnya memiliki latar belakang budaya yang sama, meskipun secara politik terpisah oleh batas negara.

“Secara kultural, masyarakat perbatasan adalah satu. Karena itu, kerja sama ekonomi dan forum bisnis menjadi langkah strategis untuk mempererat kembali hubungan yang sudah terjalin secara alami,” jelasnya.

Melalui kunjungan ini, KBRI Dili berharap kerja sama antara Covalima, Malaka, dan Belu dapat semakin diperkuat, serta menghasilkan solusi konkret atas berbagai persoalan perbatasan, demi kesejahteraan masyarakat kedua negara.

Reporter : Celestina Teles

Editor     :  Armandina Moniz

 

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!